Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 22:49 WIB
Cerita-cerita Lucu di Balik Audit Century -
Selasa, 09/02/2010 22:28 WIB
BPK: Jika Century Ditutup, Negara Langsung Rugi Rp 4,67 Triliun -
Selasa, 09/02/2010 18:31 WIB
BII Rugi Rp 40,969 Miliar di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 17:39 WIB
Dana Century Rp 6,35 Triliun Mengalir ke 63 Bank -
Selasa, 09/02/2010 17:09 WIB
Dana Rp 13,48 Triliun Keluar dari Bank Century Selama 10 Bulan -
Selasa, 09/02/2010 16:10 WIB
Pemerintah Cari Rp 1 Triliun Dari Surat Utang Syariah
Indeks Berita
Rabu, 15/04/2009 11:48 WIB
Pembiayaan Industri Pelayaran Tumbuh 80%
Herdaru Purnomo - detikFinance

Foto: dok Detikcom
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Muliaman D Hadad dalam acara Workshop Dunia Usaha "Peluang Pembiayaan Industri Pelayaran Nasional" di Gedung BI, Jakarta, Rabu (14/04/2009).
"Sampai dengan bulan Februari tahun 2009, pemberian kredit perbankan terhadap industri pelayaran mencapai angka Rp 19,7 triliun," ujarnya.
Meskipun menunjukkan pertumbuhan, dana yang dibutuhkan masih banyak diperlukan. Apalagi pangsa pasar pembiayaan industri pelayaran yang masih kurang dari dua persen dinilai tidak merefleksikan potensi yang ada.
MoU Pembiayaan Perkapalan
Dalam acara Workshop Dunia Usaha "Peluang Pembiayaan Industri Pelayaran Nasional" tersebut, dilakukan juga penandatanganan dua Memorandum Of Understanding (MoU).
MoU yang pertama antara PT Bank CIMB Niaga dengan PT Wintermar. Dukungan ini merupakan dukungan PT Bank CIMB Niaga dalam kegiatan pembiayaan satu unit kapa 48 meter utility vessel MPV dan satu unit kapal 50 meter AHT 5200 HP dengan rencana pembiayaan sekitr USD 10 juta.
MoU yang kedua yakni antara PT PANN (Persero) dalam kegiatan pembiayaan dengan 3 perusahaan perkapalan, yaitu :
- PT Putra Jaya Offshore. Sebesar USD 14 juta untuk membiayai dua kapal unit kapal utility support vessel.
- PT Samudra Rezeki Permata. Sebesar USD 3,96 juta untuk membiayai dua unit kapal crew boat 24 pax
- PT Artha Jaya Sejahtera. Sebesar USD 20,5 juta untuk membiayai satu unit kapal general cargo 6500 DWT dan satu unit kapal tanker.
Selain itu, Muliaman juga menilai bahwa perlu adanya keterbukaan dalam pembiayaan industri pelayaran di Indonesia.
Dengan adanya keterbukaan tersebut, baik perbankan dan lembaga keuangan dapat hambatan-hambatan dan risiko menjadi lebih terukur serta perbankan dan lembaga keuangan lebih mudah bagi untuk memberikan kreditnya.
"Pertumbuhan kredit di sektor industri pelayaran sangat diharapkan, oleh karena itu BI merasa perlu mencari peluang-peluang dan mengembangkan potensi yang ada," ujar Muliaman.
Ia menjelaskan, pinjaman dari perbankan menjadi tidak jalan dikarenakan terbatasnya informasi yang menyebabkan tidak adanya lending.
"Melalui forum diskusi ini maka diharapkan akan membuka mata kita semua, dapat terbuka hambatan-hambatan dan risiko yang terdapat dalam industri pelayaran ini," jelas Muliaman.
Di dalam industri pelayaran, lanjut Muliaman, diharuskan adanya transparansi, industri ini merupakan bisnis terbuka dan berpotensi besar timbul kerawanan-kerawanan, maka dari itu dengan adanya keterbukaan maka perbankan dan lembaga keuangan dapat melakukan pengawasan dalam pemberian kreditnya.
"Jika dilihat hulu dan hilir maka potensi industri ini sangat besar untuk dibiayai, namun karena belum secara mendalam dipelajari maka perbankan dan lembaga keuangan belum mengerti risiko yang ada," paparnya.
Muliaman juga mengatakan, kerjasama antar perbankan dan pelaku industri pelayaran harus berjalan seimbang agar tercipta iklim yang baik dan berkurangnya risiko kredit macet.
"Ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni ability to pay atau kemampuan kembali membayar dan yang kedua yakni willingness to pay atau keinginan untuk membayar," tutur Muliaman.
(dru/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- BI: Respons Pasar Masih Positif
- BI Rate Bisa Jadi 7% di Akhir 2009
- Bank Baru Berani Turunkan Bunga Kredit di Akhir Tahun
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



