Berita Lain

Indeks Berita



Kamis, 23/04/2009 18:10 WIB
Ancaman Pengangguran Menjadi Momok dalam 6 Bulan Terakhir
Suhendra - detikFinance


Foto: dok Detikcom
Jakarta - Masalah keamanan pekerjaan atau ketakutan menjadi penganggur telah  menjadi momok bagi banyak orang di seluruh dunia selama 6 bulan terakhir.

Setidaknya demikianlah hasil survei The Nielsen yang menunjukan telah terjadi peningkatan prosentase kekhawatiran pengangguran 22% pada enam bulan terakhir (November 2008-April 2009), dibandingkan enam bulan sebelumnya yang hanya 9% (Mei-Oktober 2008).

"Pertama kalinya, dalam survei masalah pekerjaan menjadi khawatiran utama dalam hidup," kata Direktur Eksekutif Bidang Riset Konsumen The Nielsen dalam pemaparan di kantornya, di Jakarta, Kamis (23/4/2009).

Berdasarkan hasil survei di 50 negara, sebanyak 31 negara menempati posisi tertinggi untuk masalah kekhawatiran menjadi pengangguran. Misalnya saja di China  mencapai 29%, Hongkong 33%, India 29%, Italia 24%, Singapura 32%, Vietnam 36%, Spanyol 34%, Hungaria 31%, Meksiko 29%.

Sedangkan di Indonesia masalah kekhawatiran pekerjaan relatif masih rendah yaitu hanya 15%, dimana  bidang ekonomi menempati 41%, keseimbangan bekerja dan hidup 33%, kesejahteraan dan kebahagian orang tuan 25%, stabilitas politik 18% dan lain-lain.

"Ini tidak terlepas dari masalah lowongan pekerjaan yang kian tertekan di setiap kawasan," jelasnya.

Seperti di ketahui berdasarkan hasil survei The Nielsen, dari 25.140 pengguna internet di 50 negara, diantaranya 7.072 pengguna internet Asia Pasifik termasuk 533 dari Indonesia dari tanggal 19 Maret sampai 2 April 2009. Disumpulkan Indonesia menempati tingkat kepercayaan konsumen tertinggi di dunia mencapai 104 poin, Denmark 102 poin dan India 99 poin.
(hen/lih)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).