Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M -
Selasa, 09/02/2010 15:43 WIB
Tak Punya Perjanjian Perdagangan dengan Pakistan, RI Rugi US$ 700 Juta
Indeks Berita
Sabtu, 25/04/2009 15:26 WIB
G7: Sinyal Buruk Resesi Dunia Mungkin Berakhir
Irna Gustia - detikFinance

Pertemuan G7 (Reuters)
Menteri Ekonomi negara-negara G7 menilai ekonomi global kemungkinan sudah keluar dari resesi yang dalam meski belum ada konfirmasi yang pasti.G7 berjanji akan memberikan kepastian agar perusahaan-perusahaan besar ikut bersuara mengenai kondisi ekonomi saat ini.
Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G7 dalam pertemuan di Washington Jumat 24 April 2009, berharap pemulihan ekonomi akan terjadi pada akhir tahun ini. Meski ke depan prospek ekonomi masih akan lemah dan ada risiko ekonomi global yang masih memburuk.
"Kita benar untuk berharap sesuatu, tapi kita salah kalau menyimpulkan bahwa ekonomi kita semakin dekat dari kegelapan yang membuat ekonomi jatuh," kata Menkeu AS Timothy Geithner dalam pernyataannya seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (25/4/2009).
Pernyataan ini menyiratkan sesuatu yang lebih berani dibanding pertemuan Februari lalu, ketika para pemimpin negara G7 mengingatkan ancaman krisis yang akan terjadi sepanjang 2009 dan tidak memberikan kepastian.
"Data terakhir menunjukkan bahwa penurunan ekonomi mulai melambat dan beberapa tanda-tanda stabilisasi sudah muncul," kata G7 dalam penutupan resmi.
"Kami akan terus bertindak, seperti mengembalikan pinjaman, memberikan bantuan likuiditas, menyuntikkan modal ke lembaga keuangan, melindungi tabungan dan deposito dari memburuknya aset. Kami menegaskan lagi komitmen kami untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin pentingnya sistem dari lembaga-lembaga keuangan," bunyi pernyataan.
Negara G7 terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang. Sehari sebelumnya negara G7 bertemu dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Negara G7 juga sempat melakukan pertemuan dengan G20.
(ir/dru)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Beri TKI Suku Bunga Rendah
- RI Segera Tetapkan Negara 'Tax Haven'
- Ancaman Pengangguran Menjadi Momok dalam 6 Bulan Terakhir
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




