Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 11:38 WIB
BKPM Minta Menara Telekomunikasi Dibuka Untuk Asing -
Rabu, 17/03/2010 11:27 WIB
Bakrie Cs Resmi Kuasai 24% Saham Newmont -
Rabu, 17/03/2010 10:04 WIB
Korsel Serius Garap Sektor Energi di Indonesia -
Rabu, 17/03/2010 10:02 WIB
PGN Pangkas Jatah Gas ke PLTGU Muara Tawar -
Rabu, 17/03/2010 07:39 WIB
Distribusi Tertutup BBM Bersubsidi Diuji Coba di Bangka -
Selasa, 16/03/2010 10:25 WIB
BPS: Kenaikan TDL 15% Tak Banyak Pengaruhi Inflasi
Indeks Berita
Sabtu, 25/04/2009 15:26 WIB
G7: Sinyal Buruk Resesi Dunia Mungkin Berakhir
Irna Gustia - detikFinance

Pertemuan G7 (Reuters)
Menteri Ekonomi negara-negara G7 menilai ekonomi global kemungkinan sudah keluar dari resesi yang dalam meski belum ada konfirmasi yang pasti.G7 berjanji akan memberikan kepastian agar perusahaan-perusahaan besar ikut bersuara mengenai kondisi ekonomi saat ini.
Menkeu dan Gubernur Bank Sentral G7 dalam pertemuan di Washington Jumat 24 April 2009, berharap pemulihan ekonomi akan terjadi pada akhir tahun ini. Meski ke depan prospek ekonomi masih akan lemah dan ada risiko ekonomi global yang masih memburuk.
"Kita benar untuk berharap sesuatu, tapi kita salah kalau menyimpulkan bahwa ekonomi kita semakin dekat dari kegelapan yang membuat ekonomi jatuh," kata Menkeu AS Timothy Geithner dalam pernyataannya seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (25/4/2009).
Pernyataan ini menyiratkan sesuatu yang lebih berani dibanding pertemuan Februari lalu, ketika para pemimpin negara G7 mengingatkan ancaman krisis yang akan terjadi sepanjang 2009 dan tidak memberikan kepastian.
"Data terakhir menunjukkan bahwa penurunan ekonomi mulai melambat dan beberapa tanda-tanda stabilisasi sudah muncul," kata G7 dalam penutupan resmi.
"Kami akan terus bertindak, seperti mengembalikan pinjaman, memberikan bantuan likuiditas, menyuntikkan modal ke lembaga keuangan, melindungi tabungan dan deposito dari memburuknya aset. Kami menegaskan lagi komitmen kami untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin pentingnya sistem dari lembaga-lembaga keuangan," bunyi pernyataan.
Negara G7 terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia dan Jepang. Sehari sebelumnya negara G7 bertemu dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Negara G7 juga sempat melakukan pertemuan dengan G20.
(ir/dru)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Beri TKI Suku Bunga Rendah
- RI Segera Tetapkan Negara 'Tax Haven'
- Ancaman Pengangguran Menjadi Momok dalam 6 Bulan Terakhir
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




