Berita Lain

Indeks Berita



Rabu, 29/04/2009 13:45 WIB
Pengusaha: Harga Keekonomian Geothermal US$ 8-9 sen/kwh
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance


Foto: Epi/detikFinance
Jakarta - Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) mengusulkan harga jual listrik panas bumi sekitar 8-9 sen per Kwh. Pasalnya, pada harga itulah proyek pengembangan panas bumi bisa mencapai keekonomian.
 
"Idealnya range harganya 8-9 sen per Kwh," ujar anggota Dewan Penasehat API, Supamu Santoso usai  Seminar 'Harga Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Koperasi atau Badan Usaha Lain, di Gedung ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/4/2009).
 
Menurut Supamu, asumsi tersebut berdasarkan capital cost dan operating cost. Untuk EPCnya saja membutuhkan investasi sekitar US$ 2,6 juta-US$ 3 juta. 

"Kami juga menghendaki returnnya minimun 16 persen," jelasnya.
 
Supamu menjelaskan penggunaan geothermal memberikan keuntungan lain misalnya tidak perlu melakukan pembakaran. Hal ini berbeda dengan pembangkit batu bara yang harus melibatkan proses pembakaran.

"Tidak seperti batu bara yang 1 megawatt saja harus membakar uang US$ 3 . Dengan adanya geothermal, batu bara kan bisa diekspor," ungkapnya.
 
Senada dengan Supamu, Direktur Utama Bakrie Power Ali Herman 
Ibrahim menyatakan harga tersebut merupakan harga yang paling ideal dalam keadaan sekarang.

"US$ 8-9 sen per kwh itu yang paling benar dalam keadaan sekarang," ungkapnya.

(epi/lih)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).