Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 18:34 WIB
Nestle Tetap Beli Sebagian CPO dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 18:24 WIB
Krisis Eropa Jadi Peluang Masuknya Modal Asing ke RI -
Kamis, 18/03/2010 17:15 WIB
Petani Sawit Geram Pemutusan Kontrak CPO Terulang -
Kamis, 18/03/2010 17:01 WIB
Kenaikan Tarif Listrik Bisa Dorong Inflasi -
Kamis, 18/03/2010 16:34 WIB
Pemerintah Isyaratkan Perpanjang Jabatan Emirsyah Satar di Garuda -
Kamis, 18/03/2010 16:10 WIB
Kontrak Diputus Nestle, Sinar Mas Kehilangan Pasar 4.000 Ton CPO
Indeks Berita
Selasa, 05/05/2009 07:20 WIB
63 Tahun Merdeka, RI Cuma Punya Kapasitas Listrik 30.000MW
Wahyu Daniel - detikFinance

Foto: dok detikcom
Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar saat makan malam bersama wartawan di Nusa Dua, Bali, Senin (4/5/2009).
"Sekarang ini situasi listrik merupakan akumulasi dari situasi krisis 1998, kemampuan PLN untuk berinvestasi minim sekali, dan sejak 1998 investasi dan kemampuan PLN juga sedikit. Jadi meskipun Indonesia sudah 63 tahun merdeka cuma punya kapasitas 30 ribu MW," tuturnya.
Padahal menurut Fahmi, pertumbuhan permintaan listrik di Indonesia tidak pernah negatif, terus meningkat.
"Bahkan pada krisis 1998 saat pertumbuhan ekonomi kita minus, permintaan listrik tetap positif," katanya.
Namun, dengan beban biaya produksi yang terus naik, struktur biaya dengan pendapatan PLN menjadi tidak seimbang.
"Tarif listrik kita sejak 2003 sampai hari ini masih sama, dan sejak 2003 sampai sekarang input cost (biaya) kita tetap naik, seperti BBM yang terus naik, tapi tarif kita tetap seperti 2003, jadinya tidak balance biaya dengan pendapatan," jelasnya.
Dikatakannya, pada akhir 2008 beban biaya produksi listrik PLN adalah Rp 1.137/kwh, sementara harga jual listriknya adalah Rp 630/kwh.
"Selisih ini membuat kita tidak punya kemampuan untuk berinvestasi, lalu meskipun pemerintah memberikan subsidi kepada PLN, tetap belum bisa menutup biaya PLN," keluh Fahmi.
Karena itu langkah pemerintah pada 2006/2007 adalah meluncurkan proyek pembangkit listrik 10 ribu MW, untuk menutupin kebutuhan permintaan listrik yang mencapai 3.000 MW per tahun.
"Jadi proyek 10 ribu MW ini juga tidak cukup karena akan habis dalam 3 tahun. Pada 2007 ada 30 titik yang kekurangan daya listrik, berkurang menjadi 13 titik di 2008. Kita harapkan di 2009 jumlahnya akan terus berkurang," pungkasnya.
(dnl/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- NTB Dapat Tambahan Listrik 75 MW di 2010
- PLTU Tanjung Priok dan PLTU Perak akan Dialihfungsikan
- Pengusaha: Harga Keekonomian Geothermal US$ 8-9 sen/kwh
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




