Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Rabu, 03/06/2009 17:02 WIB
Ekonom Mega-Bowo: Pertumbuhan 2 Digit Bukan Angin Surga
Ramadhian Fadillah - detikFinance

Foto: dok detikFinance
"Pertumbuhan ekonomi dua digit itu bukan angin surga. Itu bisa tercapai jika kita berusaha," ujar tim ahli bidang ekonomi Mega-Prabowo, Widya Purnama.
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi bertajuk 'kedaulatan pangan dan energi' di Mega-Prabowo Media Center, Jl Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2009).
Menurut Widya, ada 4 program untuk menciptakan target pertumbuhan ekonomi 2 digit. Pertanian, energi, industri dan perdagangan.
"Modalnya itu kita punya semua. Land, Labour, Capital, Teknologi, kalau di Indonesia saya tambah dengan iklim," jelas mantan Dirut Indosat.
Pertanian dan energi ditargetkan menempati porsi terbesar untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Untuk pertanian, tim ekonomi Mega-Prabowo menargetkan pembukaan 2 juta hektar sawah.
"Modalnya 5 milar US dolar. Hal ini bisa kita dapat dari recheduling utang-utang luar negeri kita," ungkap Widya yang juga pernah menjadi Dirut Pertamina ini.
Dari 2 juta hektar sawah itu, bisa menyerap tenaga kerja untuk 12 juta orang. Selain itu petani pun masih mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan padi.
"2 juta hektar itu menghasilkan 16 juta ton beras. Jika satu tonnya US$ 400, maka hasilnya US$ 6,4 juta. Modal sudah kembali," terangnya.
Sedangkan untuk energi, diutamakan pembangunan sumber energi yang diperbaharui. Seperti bio fuel yang berasal dari tanaman bukan dari fosil.
Dalam dialog capres dengan Kadin beberapa pekan lalu, Megawati memang memasang target pertumbuhan ekonomi paling optimistis. SBY menargetkan pertumbuhan ekonomi 7% hingga 2014. Sementara capres Jusuf Kalla menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% di tahun 2011. Capres Megawati Soekarnoputri paling optimistis karena menetapkan target pertumbuhan ekonomi hingga dua digit dalam kurun lima tahun ke depan.
Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melansir pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2009 mencapai 4,4% secara year on year.
(rdf/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- JK-Wiranto Bertemu 1.000 Pengusaha
- PKS: Tidak Mungkin SBY-Boediono Antek Asing
- Faisal Basri : Privatisasi Tidak Berarti Neoliberal
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




