Forum Finance
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Trade off kebijakan “kri... growth23
- Inflasi 2010 : diatas tar... growth23
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 11/03/2010 16:17 WIB
2 Mantan Pemilik Century Dijerat 3 Pasal Pidana -
Kamis, 11/03/2010 13:18 WIB
Gaji Bankir Jadi Faktor Tingginya Biaya Operasi Bank -
Kamis, 11/03/2010 11:27 WIB
Jadi Calon DG BI
Halim Alamsyah Siap Perbaiki Kelemahan Struktural Perbankan -
Kamis, 11/03/2010 10:32 WIB
BI: Kredit Perbankan Tumbuh 10% di Januari 2010 -
Kamis, 11/03/2010 08:46 WIB
Siapa Paling Pas Jadi Deputi Gubernur BI Paling Krusial? -
Rabu, 10/03/2010 17:30 WIB
Jadi Calon DG BI
Krisna Wijaya Usung Metode dan Teknik Pengawasan Bank
Indeks Berita
Kamis, 18/06/2009 15:12 WIB
BI: Indonesia Perlu Belajar dari Kebijakan Krisis Obama
Herdaru Purnomo - detikFinance

Foto: dok Detikcom
Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad mengatakan respon pemerintah AS atas persoalan krisis keuangan sangat baik, pengalaman krisis di AS setidaknya menjadi guru agar tidak terjadi kesalahan yang sama di Indonesia.
"Kita perlu mempertimbangkan dan mempelajari kebijakan-kebijakan pemerintahan Obama di AS, namun bukan berarti untuk meniru," ujarnya dalam Diskusi Panel Peran Bank Sentral Dalam Stabilitas Sistem Keuangan Dan Jaring Pengaman Sektor Keuangan di Hotel Nikko, Jakarta, Kamis (18/06/09).
Ia memaparkan, setidaknya ada empat langkah reformasi di AS terkait kebijakan moneter. "Yang pertama yaitu kewenangaan The Fed (Bank Sentral AS) sebagai sistemik risk regulation atau lembaga yang berfungsi sebagai pengumpul informasi otoritas dan mengatur serta mengawasi lembaga yang sistemik," paparnya.
Hal tersebut penting, tegas Muliaman, karena risiko sistemik akibat krisis akan dapat dicegah.
Ia mengatakan, selain hal tersebut yang pantas diambil dari kebijakan AS adalah mengenai perlindungan konsumen dan penguatan arus informasi dalam sistem keuangan.
"Untuk meminimalkan gap (kesenjangan), supervisi antara otritas satu dengan yang lain, identifikasi risiko antar industri, juga lembaga keuangan satu dengan yang lain. Ini esensi yang juga relevan kondisinya dengan Indoensia," ujarnya.
Koordinasi dan komunikasi, lanjut Muliaman, tidak bisa diperdebatkan lagi, apalagi terkait informasi yang menentukan stabilitas informasi lembaga keuangan.
Lebih lanjut, Muliaman juga menekankan pentingnya edukasi finansial untuk masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki kesadaran akan resiko transaksi dengan lembaga keuangan.
"Selama ini tingkat edukasi finansial masyarakat kurang, jadi mereka kurang sadar resiko", tambahnya.
(dru/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- BI: Pertumbuhan Kredit Mulai Menggeliat
- Penyajian Data Statistik BI Kurang Lengkap
- Pemerintah Tak Mau Tanggung Klaim Korban Indover
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




