Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 08:22 WIB
TDL Naik 15%, Inflasi Bisa Bertambah Hingga 0,5% -
Minggu, 14/03/2010 19:06 WIB
Penerapan ACFTA Untungkan Indonesia -
Minggu, 14/03/2010 18:04 WIB
Kenaikan TDL Bisa Bikin Rakyat Berhemat -
Minggu, 14/03/2010 17:44 WIB
PTBA Tunjuk Konsultan Untuk Hitung Ulang Proyek Rel Tanjung Enim -
Minggu, 14/03/2010 16:27 WIB
RI Harus Genjot Infrastruktur Untuk Dapat 'Investment Grade' -
Minggu, 14/03/2010 15:28 WIB
TDL Naik, DPR Panggil Menteri ESDM
Indeks Berita
Kamis, 02/07/2009 15:54 WIB
Pertamina Ikut Tender Ulang Ladang Migas di Irak
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

"Kami mau ikut second round tender disana," ungkap Dirut Pertamina Karen Agustiawan di kantor kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2009).
Karen mengakui, mundurnya Pertamina pada tender lapangan migas sebelumnya di Irak karena digunakan skema service kontrak. Dengan skema tersebut, pemerintah Irak hanya akan membayar berdasarkan hasil produksi.
"Karena fee per barel terlalu rendah. Memang dari sisi cadangan besar tapi harus dihitung juga resikonya," jelasnya.
Karen menambahkan Pertamina juga mengajukan penawaran bersama Westwood Petroleum Limited asal Australia untuk mengincar lapangan minyak di dalam negeri.
Dalam lelang yang digelar pemerintah Irak sebelumnya, hanya 1 konsorsium yang dimenangkan yakni untuk Blok Rumalia. Ladang minyak raksasa dengan cadangan 17,7 juta barel yang terletak di Selatan Irak itu jatuh ke tangan BP dan CNPC International Ltd . Kedua perusahaan minyak raksasa dari Inggris dan China itu sepakat untuk menerima harga US$ 2 per barel.
Tender tahap pertama itu sebelumnya diikuti oleh 31 raksasa migas dunia, termasuk Pertamina. Namun menjelang pengumuman, sejumlah perusahaan migas memutuskan untuk menarik penawarannya karena tak puas dengan penawaran dari pemerintah Irak.
Irak akan menggelar tender lanjutan, dan meminta para raksasa minyak itu untuk memasukkan lagi dokumen penawarannya.
(lih/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Pertamina dan PGN 'Cerai' di Proyek Terminal LNG
- Pertamina Incar Ladang Minyak di Mauritania
- FCC Kilang Plaju Berhenti Operasi 2 Minggu
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




