Berita Lain

Indeks Berita



Kamis, 02/07/2009 18:23 WIB
BI Imbau Bank Tidak Taruh Dana di Instrumen Jangka Panjang
Herdaru Purnomo - detikFinance


Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyarankan perbankan untuk tidak meletakkan dananya pada instrumen jangka panjang, agar bisa mulai menyalurkan kredit pada semester II-2009 di tengah membaiknya kondisi ekonomi.

Deputi Gubernur BI, Hartadi A Sarwono mengatakan saat ini perbankan cenderung menempatkan dananya di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) jangka panjang yang memang biasanya paling lama jatuh temponya sembilan bulan.

"Dengan kecenderungan perkiraan ekonomi yang sudah mulai pulih semester II-2009, maka perbankan akan mulai menyalurkan kreditnya kembali," ujarnya usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi 11 di Gedung DPR Jakarta, Kamis (02/07/2009).

Hartadi mengatakan dalam menyalurkan kreditnya perbankan akan membutuhkan likuiditas. "Jadi jangan sampai di 'lock up' di instrumen jangka panjang," tuturnya.

Untuk penyaluran kreditnya, Hartadi mengatakan BI tidak bisa mengatur bank untuk menyalurkan kredit hanya kepada sektor-sektor produkitif. "Semua tergantung kebijakan perbankan itu sendiri," pungkasnya.

(dru/dnl)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).