Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Kamis, 02/07/2009 21:37 WIB
PGN Belum Tahu akan 'Bercerai' dengan Pertamina di Proyek LNG
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Hal ini disampaikan Corporate Secretary PGN, Wahid Sutopo dalam pesan singkatnya, Kamis (2/6/2009).
"Sampai saat ini kita masih mengacu pada HoA yang disepakati pada tanggal 17 April 2009 mengenai pembentukan perusahaan LNG Receiving Terminal," ujar Wahid.
Wahid menjelaskan saat ini konsorsium tersebut tengah fokus pembangunan LNG Receiving Terminal di wilayah Jawa Bagian Barat.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan menyatakan perceraian tersebut terpaksa dilakukan untuk mempercepat pembangunan 2 terminal floating LNG tersebut. Rencananya Pertamina membangun terminal floating LNG di Jawa bagian barat, sedangkan PGN bangun di Sumatera Utara.
"Yang terakhir dari rapat itu, kita akan konsentrasi membangun yang di Jawa. PGN akan konsentrasi membangun yang di Sumatera Utara. Jadi satu-satu," jelasnya.
Menurut Karen, alasan diambilnya keputusan tersebut yaitu untuk mempercepat proses pembangunannya. Sebab sebelumnya, Pertamina dan PGN diminta untuk mengerjakan selama 3 tahun sampai on stream, namun pemerintah meminta untuk dipercepat menjadi 2 tahun.
"Karena ini disuruh cepat, maka leadnya sendiri-sendiri. Tapi at the end, boleh saling berkontribusi," ungkapnya.
Adapun kapasitas LNG Floating Terminal di Jawa tersebut, lanjut Karen, sekitar 200-400 mmscfd.
"Tetapi kalau yang di Sumatera Utara lebih sedikit sekitar 100 MMSCFD hingga 150 MMSCFD," katanya.
(epi/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Pertamina Serap DME 1,7 Juta Ton per Tahun
- Pertamina dan PGN 'Cerai' di Proyek Terminal LNG
- Pertamina Ikut Tender Ulang Ladang Migas di Irak
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



