Forum Finance
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Trade off kebijakan “kri... growth23
- Inflasi 2010 : diatas tar... growth23
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 12/03/2010 10:52 WIB
Sarana Menara Nusantara Masuk UMA -
Jumat, 12/03/2010 09:53 WIB
Rupiah-IHSG Dibuka Stagnan -
Jumat, 12/03/2010 09:37 WIB
Market Flash eTrading -
Jumat, 12/03/2010 07:54 WIB
Lepas Matahari Dept Store, MPPA Bidik Penjualan Rp 8 Triliun -
Jumat, 12/03/2010 07:35 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Masih Mampu Menguat Terbatas -
Jumat, 12/03/2010 07:23 WIB
Indeks S&P 500 di Titik Tertinggi dalam 17 Bulan
Indeks Berita
Jumat, 03/07/2009 10:09 WIB
Rekomendasi Saham
Penjualan Lancar Bikin Kuat PGN
Nurul Qomariyah - detikFinance

Berikut review CIMB-GK Securities untuk saham PGN, Jumat (3/7/2009):
Manajemen mengindikasikan volume penjualan gas dari bisnis distribusinya akan naik kuat sejak awal tahun ini. Sales volume saat ini sudah mencapai 800 mmcfd, +12% dari level 712 mmcfd pada 1Q09, +38% dari level 578 mmcfd pada FY08.
Permintaan tambahan dari pembangkit listrik, khususnya PLN adalah faktor kunci, meksipun permintaan industri mungkin akan turun 5-10% yoy. Pada Jul07 dan Apr08, PLN telah menandatangani kontrak minimum offtake 200 mmcfd dengan PGAS untuk PLTU Muara Tawar.
PGAS juga tidak berniat menaikan harga gas tahun ini karena pilpres, dan harga akan bertahan di $5.50/mmbtu dan kemungkinan naik pada FY10 tergantung pada sejumlah faktor. Kami memprediksi baru ada kenaikan harga gas pada FY11 dan seterusnya, sejalan dengan kenaikan biaya dan inflasi.
Dengan tidak adanya kenaikan harga gas, EBITDA margin untuk FY09-10 akan stabil di 49-50% dengan penjualan tinggi dari projek SSWJ.
Alternatif Suplai Gas
Kami menaikan prediksi EPS sebesar 7% untuk FY09-10 karena kenaikan asumsi volume penjualan, khususnya ke PLN. Kami menaikan average sales volume ke 780 mmcfd untuk FY09, 870 mmcfd untuk FY10. 945 mmcfd untuk FY11. Namun masih ada upside risk dari angka kami karena harga minyak yang tinggi akan mendorong PLTU dan industri untuk mengganti bahan bakar diesel menjadi gas.
Perhatian utama adalah pada kemampuan PGAS mendapatkan supply gas apabila terjadi kenaikan permintaan. Beberapa tahun terakhir ini, belum ada kontrak supply gas jangka panjang.
PGAS juga tetap menjalankan projek receiving terminal LNG di Jawa Barat (bekerja sama dengan PLN dan Pertamina) sebagai alternative supply. Projek LNG ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada saat pipeline capacity PGAS mencapai maximum utilisation.
Kami mempertahankan rating OUTPERFORM untuk Perusahaan Gas Negara (PGAS) dengan target harga Rp3650 (dari Rp3600) setelah mengupgrade EPS dan menggunakan discount rate 12.67% pada metode DCF kami. Kami melihat katalis kunci adalah pertumbuhan laba yang kuat, sekitar 30% CAGR karena sales volume yang meningkat pada pengguna pembangkit listrik. Selain itu, pengumuman kontrak penjualan gas dan harga minyak global yang tinggi saat ini juga menjadi faktor lainnya. Resiko utama adalah turunnya harga minyak serta keterbatasan suplai gas.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Rekomendasi Saham
Farallon Menahan, Netral untuk BCA - Ulasan Pasar Sucorinvest
- Rekomendasi Saham
Pemulihan Konstruksi Untungkan ACES
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




