Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 18:12 WIB
Penjualan Indocement Turun 8% di 2009 -
Senin, 15/03/2010 17:25 WIB
Gosip Mau Diganti, Fuad Rahmany Cuek -
Senin, 15/03/2010 17:11 WIB
Jual SUKRI, Reliance Danai Restorasi Taman Nasional Ujung Kulon -
Senin, 15/03/2010 17:03 WIB
Indocement Tambah 2 Pabrik Semen Senilai US$ 35 Juta -
Senin, 15/03/2010 16:12 WIB
IHSG Cuma Mengukir 3 Poin -
Senin, 15/03/2010 15:49 WIB
BNI Targetkan Rights Issue Rp 6 Triliun
Indeks Berita
Jumat, 03/07/2009 11:57 WIB
Demutualisasi BEI Tidak Prioritaskan Asing
Indro Bagus SU - detikFinance

Ito Warsito (Foto: Indro/detikcom)
"Kepemilikan asing atas saham BEI kemungkinan akan dibatasi, supaya BEI tidak dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu saja," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di kantornya, SCBD, Jumat (3/7/2009).
Saat ini BEI sedang mengkaji kemungkinan melakukan demutualisasi. Rencana ini masuk dalam 20 program yang dicanangkan jajaran direksi baru BEI saat kampanye beberapa waktu lalu.
Demutualisasi akan memberikan kesempatan bagi investor untuk memiliki saham di BEI. Saat ini, berdasarkan undang-undang pasar modal yang berlaku, kepemilikan saham di BEI hanya diperuntukkan bagi perusahaan sekuritas atau anggota bursa (AB).
Oleh sebab itu, untuk mewujudkan demutualisasi, BEI harus memperoleh persetujuan DPR agar mau mengubah undang-undang pasar modal yang berlaku sekarang.
Jika demutualisasi terwujud, berbagai pihak bisa ikutan memiliki saham BEI seperti emiten, pemerintah dan asing. Sempat berkembang wacana bahwa demutualisasi akan mendorong asing berbondong-bondong membeli saham BEI.
Kekhawatiran pelaku pasar adalah demutualisasi akan membuat asing bisa mengendalikan BEI. Namun Ito mengatakan BEI sedang mengkaji melakukan pembatasan untuk asing jika demutualisasi dapat terwujud nantinya.
"Tentu mekanismenya seperti apa nanti akan kita bahas lagi, seperti apakah akan ada pembatasan bagi kepemilikan saham di BEI dan sebagainya. Tujuannya supaya tidak ada pihak-pihak yang bisa mengendalikan BEI," ujarnya.
(dro/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Demutualisasi, Pemerintah Bisa Miliki Saham BEI
- Acuhkan AEI, BEI Tetap Wajibkan Dividen
- Listing Fee Naik, Emiten Minta Imbal Balik
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




