Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 19:46 WIB
Buka Rute Jakarta-Medan, Citilink Ambil Pasar Adam Air -
Senin, 15/03/2010 16:40 WIB
Kembangkan Sektor Pangan dan Energi, RI Gandeng Australia -
Senin, 15/03/2010 16:30 WIB
Harga Pertamax Cs Naik Rp 200-500 Per Liter -
Senin, 15/03/2010 16:30 WIB
Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Dijamin Tak Picu Kartel -
Senin, 15/03/2010 16:10 WIB
Hatta: Kalau Mampu Jangan Beli Premium -
Senin, 15/03/2010 15:28 WIB
Pemerintah Tanggung Bea Masuk Impor Barang Telekomunikasi
Indeks Berita
Jumat, 03/07/2009 13:47 WIB
Inpex Diminta Bangun Kilang Pengolahan LNG di Darat
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, sewaktu POD sementara dikeluarkan, pemerintah memperbolehkan Inpex untuk melanjutkan proyeknya dengan menggunakan floating LNG plant di Blok Masela yang berada di laut Timor.
"Namun ada perkembangan terbaru bahwa palung yang dikira dalam, bisa dilewati pipa. Dulu kan kita mengiranya palung ini sedalam 2500 kilometer, tapi ternyata tidak," ungkap Purnomo di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
Menurut Purnomo, dengan berubahnya skema pengembangan proyek tersebut, maka akan menghemat biaya hingga ratusan triliun rupiah.
"Kalau Masela ini ditarik ke darat, Republik ini bisa untung ratusan triliun dibandingkan biaya yang diperkirakan Inpex," jelasnya.
Dirjen Migas Evita Legowo menambahkan, pihaknya sedang melakukan studi untuk membuktikan apakah pipa mungkin diletakan (lay down) di dasar palung. Selain kedalaman palung, pihaknya juga memperhitungkan kecepatan arus dan risiko terhadap gempa.
"Studi ini ditargetkan bisa selesai beberapa bulan lagi," jelasnya.
Evita menambahkan untuk melewati palung tersebut perlu dibangun pipa sejauh 150 kilometer dari Blok Masela yang berada di laut Timor sampai mencapai Pulau Saumlaki di Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Purnomo menambahkan jika skema ini diterapkan maka pembangunan kilang bisa lebih cepat menjadi 2013 atau 2014. Padahal sebelumnya Inpex memprediksikan pembangunan kilang LNG terapung akan selesai sekitar tahun 2015 atau 2016.
"Jadi POD permanen akan tunggu hasil kajian ini," tandasnya.
(epi/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Proyek Masela Belum Ekonomis, Pemerintah Minta PoD Diubah
- Pemerintah Terbitkan PoD Sementara Blok Masela
- Pertamina Incar 30% Saham Blok Masela
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




