Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 18:34 WIB
Nestle Tetap Beli Sebagian CPO dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 18:24 WIB
Krisis Eropa Jadi Peluang Masuknya Modal Asing ke RI -
Kamis, 18/03/2010 17:15 WIB
Petani Sawit Geram Pemutusan Kontrak CPO Terulang -
Kamis, 18/03/2010 17:01 WIB
Kenaikan Tarif Listrik Bisa Dorong Inflasi -
Kamis, 18/03/2010 16:34 WIB
Pemerintah Isyaratkan Perpanjang Jabatan Emirsyah Satar di Garuda -
Kamis, 18/03/2010 16:10 WIB
Kontrak Diputus Nestle, Sinar Mas Kehilangan Pasar 4.000 Ton CPO
Indeks Berita
Jumat, 03/07/2009 14:49 WIB
Surplus APBN Semester I-2009 Rp 8,9 Triliun
Suhendra - detikFinance
Foto: Alih-detikFinance
Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Herry Purnomo saat ditemui di Kantornya, Jumat (3/7/2009).
"Penyerapan belanja bagus. Kita bandingkan dengan tahun lalu, berdasarkan pagu stimulus, belanja negara 2008 33%, sekarang 34%," katanya.
Sekarang ini total belanja pemerintah mencapai Rp 337 triliun, sedangkan pada tahun 2008 pada periode yang sama hanya mencapai Rp 327 triliun. Artinya sudah ada kenaikan Rp 10 triliun.
"Bagus kok. Belanja barang tahun ini 24%, tahun lalu 22%. Belanja modal tahun ini 25%, tahun lalu 19,9%," imbuhnya.
Untuk itu ia mengharapkan dari sisa waktu 6 bulan ke depan ada kenaikan lagi lebih cepat dari posisi paruh 2009 hanya hanya 34%.
"Biasanya di akhir triwulan III meningkat. Kalau ini total, di situ kan pengaruhnya bukan hanya belanja K/L, tapi juga pembayaran utang. Yang K/L mungkinn 95%. Itu kan di luar pembayaran utang," jelasnya.
Per 23 Juni 2009 Departemen Keuangan mencatatkan beberapa hasil pengeluaran dan pemasukan keuangan negara antara lain :
Pemasukan:
- Penerimaan dalam negeri Rp 346,7 triliun (40,9%).
- Perpajakan Rp 276,8 triliun (41,83%).
- Pajak dalam negeri Rp 268,2 triliun (41,7%).
- PPh Rp 158,6 triliun (49,6%).
- Migas Rp 23,59 triliun.
- Non migas Rp 136,6 triliun (48,6%).
- Cukai Rp 25,179 triliun (46,29%).
- Bea masuk Rp 27,8 triliun (47%).
- Bea keluar Rp 536 miliar (22,5%).
Belanja:
- Pemerintah Pusat Rp 215,4 triliun (31,45%).
- Pegawai Rp 64,12 triliun (45,7%).
- Barang Rp 22,29 triliun (24,3%).
- Modal Rp 18,3 triliun (25,4%).
Subsidi Rp 28,412 triliun (23%):
- Energi Rp 23,58 triliun (35%).
- BBM Rp 6,882 triliun (28%).
- Listrik Rp 16,7 triliun (39%).
Transfer ke daerah Rp 122,49 triliun (40,42%):
- Dana Alokasi Umum Rp 193,14 triliun (49,9%).
- Dana Alokasi Khusu Rp 7,6 triliun (30%).
- DBH Rp 17,8 triliun (26,2%).
- Pembiayaan Rp 43,387 triliun (32,53%):
- Dalam Negeri Rp 62,8 triliun.
- SBN Rp 65,73 triliun (120,14%).
- Pinjaman proyek Rp 13,1 triliun (51%).
- Pinjaman program Rp 3,2 triliun (10%).
"Jadi surplus Rp 8,9 triliun (selisih pendapatan dan pengeluaran)," imbuhnya.
(hen/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Penyerapan Anggaran Departamen Rendah di Semester I-2009
- Anggaran Belanja Modal Pemerintah 2009 Sulit Terserap 100%
- APBN 2009 Surplus Rp 8,7 Triliun
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




