Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 11:02 WIB
BUMN Perkebunan Diminta Setor Dividen Rp 655,78 Miliar di 2011 -
Selasa, 09/02/2010 10:38 WIB
Ditjen Migas Fasilitasi Dispensasi Asas Cabotage KKKS -
Selasa, 09/02/2010 10:29 WIB
BUMN Perkebunan Dilarang Merugi di 2010 -
Selasa, 09/02/2010 10:17 WIB
Pemerintah Siapkan UU Penggunaan Produk Dalam Negeri -
Senin, 08/02/2010 21:14 WIB
Dituding Nunggak Pajak, Pertamina Kirim Surat Keberatan Ke Menkeu -
Senin, 08/02/2010 20:13 WIB
Kunjungan Obama Harus Berdampak Pada Investasi
Indeks Berita
Jumat, 03/07/2009 15:36 WIB
Cadangan Minyak RI Hanya Cukup untuk 10 Tahun Lagi
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: Alih-detikFinance
Hal ini disampaikan Guru besar Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas ITB, Widjajono Partowidagdo dalam acara peluncuran bukunya yang berjudul 'Migas dan Energi di Indonesia, Permasalahan dan Analisis Kebijakan' di Galeri Cemara, Jalan HOS Tjokroaminoto, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
"Jadi tidak benar kalau kita disebut sebagai negara yang kaya minyak," kata Widjajono.
Menurut Widjajono, kondisi ini perlu disadari masyarakat Indonesia agar bisa berperilaku tepat dalam penggunaan minyak. "Kalau kita menyangka, negeri ini adalah negeri kaya minyak maka kita akan berperilaku tidak tepat, kita ingin harga BBM kita murah," jelasnya.
Widjajono menjelaskan di negara lain yang cadangan minyaknya tidak berbeda jauh dengan Indonesia, harga premium disana US$ 1,1 per liter atau Rp 11.000 per liter, sementara di Indonesia RP 4500 per liter.
"Kalau di negara yang kaya minyak seperti Iran kalau BBM dijual dengan harga Rp 1.000/liter. Bahkan kalau gratis, mereka tidak masalah karena disana konsumsi minyak hanya 10 persen dari subsidinya. Cadangannya pun masih sangat besar yaitu 138 Milyar barel," paparnya.
Lagipula, lanjut Widjajono, meskipun Iran negeri kaya minyak namun konsumsi bensin di sana dibatasi.
"Di sana disediakan energi alternatif yaitu BBG yang harganya sama bensin sehingga transportasi disana menggunakan BBG," ungkapnya.
Begitupun untuk kebutuhan hidup sehari-hari, kata Widjajono, masyarakat di sana tidak menggunakan minyak maupun elpiji namun menggunakan gas kota.
"Di Iran, untuk masak mereka pakai gas kota. Minyaknya mereka ekspor, mereka menggunakan Cadangan Minyak RI Hanya Cukup untuk 10 Tahun Lagi
yang murah dan jual yang mahal. Kalau Indonesia tidak rasional, pakai yang mahal dengan harga murah akibatnya yang murah tidak muncul," tegasnya.
(epi/lih)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Surplus APBN Semester I-2009 Rp 8,9 Triliun
- China Dicurigai Timbun Minyak
- Penyerapan Anggaran Departamen Rendah di Semester I-2009
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



