Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 18:34 WIB
Nestle Tetap Beli Sebagian CPO dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 18:24 WIB
Krisis Eropa Jadi Peluang Masuknya Modal Asing ke RI -
Kamis, 18/03/2010 17:15 WIB
Petani Sawit Geram Pemutusan Kontrak CPO Terulang -
Kamis, 18/03/2010 17:01 WIB
Kenaikan Tarif Listrik Bisa Dorong Inflasi -
Kamis, 18/03/2010 16:34 WIB
Pemerintah Isyaratkan Perpanjang Jabatan Emirsyah Satar di Garuda -
Kamis, 18/03/2010 16:10 WIB
Kontrak Diputus Nestle, Sinar Mas Kehilangan Pasar 4.000 Ton CPO
Indeks Berita
Sabtu, 04/07/2009 12:45 WIB
Pemerintah Dorong Promosi Ekspor ke Jepang
Herdaru Purnomo - detikFinance

Foto: dok Depdag
Hal tersebut dikarenakan Index Consumer Jepang yang naik signifikan dan membuat pemerintah Jepang siap untuk membeli barang-barang dari luar negeri.
Demikian dikatakan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu di Gedung Departemen Keuangan, Jumat malam (03/07/2009).
"Kita sudah punya pasar disitu (Jepang), jadi tinggal mengembalikan pasar yang sudah ada. Tentu kita akan terus mendorong dan melakukan promosi dan kalau ada hambatan Departemen Perdagangan akan bantu untuk atasi," ujar Mari.
Ia menambahkan, Ekspor ke Jepang saat ini memang sedang bergejolak, terlihat di semua pasar ekspornya yang naik turun.
"Seperti untuk sektor manufaktur yang naik dan tidak separah sektor komoditi yang memang harganya anjlok," tuturnya.
Mari mengatakan, selama ini Jepang memang menjadi tujuan pasar ekspor Indonesia, disamping negara-negara seperti Amerika dan Eropa. Namun saat ini pangsanya menurun dibanding dengan beberapa tahun yang lalu.
"Yang naik justru ke China dan beberapa negara Asean serta India," tukasnya.
Untuk itu, lanjut Mari, Indonesia juga akan tingkatkan ekspor ke negara-negara lain, salah satunya Timur Tengah.
"Dan pasar-pasar seperti Rusia juga, meskipun belum besar tapi pertumbuhan yang lebih tinggi akan kita kejar negara tersebut," jelasnya.
(dru/ang)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Surplus Perdagangan Mei 2009 Turun Jadi US$ 1,41 Miliar
- Ekspor dan Impor Semester II-2009 Masih akan Anjlok
- Mendag: Ekspor Semester I-2009 Masih Anjlok 25%
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




