Berita Lain

Indeks Berita



Senin, 06/07/2009 16:17 WIB
Kisruh DPT, IHSG Ambles 40 Poin
Angga Aliya ZRF - detikFinance


Jakarta - Kisruh seputar Daftar Pemilih Tetap (DPT) dikhawatirkan membuat pemilu tertunda. Pasar saham pun merespons negatif seputar kekisruhan DPT tersebut, dengan IHSG terpangkas 40 poin lebih.

Analis pasar saham dari Finance Corporindo Edwin Sinaga menyatakan, salah satu penyebab turunnya IHSG adalah isu kisruh DPT yang menjadi sentimen negatif. Hal itu diperparah dengan melemahnya bursa regional.

"Kita itu, kalau sudah turun lupa naik karena pasar langsung panik," ujarnya ketika dihubungi detikFinance.

Pada perdagangan Senin (6/7/2009), IHSG ditutup merosot hingga 40,292 poin (1,94%) ke level 2.035,010. Indeks LQ 45 merosot 7,704 (1,90%) ke level 397,130.

Bursa-bursa regional cukup beragam. Indeks Hang Seng tercatat turun 223,99 poin (1,23%) ke level 17.979,41, indeks Nikkei-225 juga merosot 135,20 poin (1,38%) ke level 9.680,87, indeks KOSPI naik tipis 8,90 poin (0,62%) ke level 1.428,94.

Edwin menjelaskan, penurunan IHSG bisa terus berlangsung hingga KPU mengumumkan keputusan mengenai pemilu, apakah akan ditunda atau tidak.

"Kita tunggu nanti sore bagaimana hasilnya. Tapi akan lebih parah kalau ternyata pemilu ditunda," imbuhnya.

Perdagangan di seluruh pasar mencatat frekuensi transaksi 69.247 kali pada volume 3.853 juta lembar saham senilai Rp 3,377 triliun. Sebanyak 34 saham naik, 175 saham turun, 36 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 menjadi Rp 10.900, Indosat (ISAT) turun Rp 250 menjadi Rp 5.250, Astra International (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 23.250, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 8.450, International Nickel (INCO) turun Rp 200 menjadi Rp 3.925, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 90 menjadi Rp 1.710.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya naik harganya di top gainer antara lain PGN (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 3.300, Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 30 menjadi Rp 960, Holcim Indonesia (SMCB) naik Rp 10 menjadi Rp 1.120, Unilever (UNVR) naik Rp 100 menjadi Rp 10.000. (qom/lih)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).