Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 16:49 WIB
Saham Asuransi Dayin Mitra Masuk UMA -
Kamis, 18/03/2010 16:32 WIB
Bayan Incar 1 Tambang Batubara di Kalimantan -
Kamis, 18/03/2010 16:11 WIB
Asing Tampung Aksi Jual Investor Lokal, IHSG Terhempas 19 Poin -
Kamis, 18/03/2010 15:37 WIB
Waspadai Arus Penarikan Modal Asing di Triwulan III-2010 -
Kamis, 18/03/2010 14:31 WIB
Pefindo Naikkan Peringkat Obligasi Danareksa -
Kamis, 18/03/2010 14:23 WIB
Megapolitan Development Tunda IPO
Indeks Berita
Kamis, 09/07/2009 18:07 WIB
Obligasi Korporasi Bakal Marak Lagi Semester II-2009
Indro Bagus SU - detikFinance

Wan Wei Yong (Foto: Indro/detikcom)
"Saat ini obligasi pemerintah masih mendominasi dibanding korporasi. Harapannya, dengan penurunan BI rate hingga 6,75%, banyak perusahaan yang akan menerbitkan obligasi," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Wan Wei Yiong di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (9/7/2009).
Sementara Direktur Penilai Perusahaan BEI Eddy Sugito, banyak investor saham yang lari ke obligasi karena saham sedang anjlok sementara obligasi sedang naik.
"Kenaikan investor obligasi disinyalir karena ada penurunan BI rate. Investor tersebut disebabkan karena mereka biasa bermain di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Para investor juga masih melihat kemungkinan BI rate akan turun lagi atau cenderung flat. Setelah itu mereka baru memutuskan untuk berinvestasi," jelas Eddy.
Dengan suku bunga acuan yang makin turun, saran Eddy akan lebih baik membeli obligasi. Meski dari sisi resiko lebih tinggi, tapi dengan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi, tentunya makin menarik bagi investor.
Sejak awal tahun hingga 2 Juli, total emisi obligasi, sukuk, dan efek beragun aset (EBA) baru yang sudah tercatat di BEI mencapai 19 emisi senilai Rp 16,23 triliun. Dari jumlah tersebut, 15 emisi merupakan obligasi senilai Rp 15,05 triliun, tiga emisi sukuk Rp 1,08 triliun, dan satu EBA sebesar Rp 100 miliar.
Sementara itu, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 148 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 81,38 triliun dan diterbitkan 87 emiten.
Surat berharga negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 76 seri dengan nilai nominal Rp 553,22 triliun. Sedangkan EBA berjumlah satu emisi dengan nilai nominal Rp 91,01 miliar.
Panin Ajukan Obligasi Rp 1,5 Triliun
PT Bank Panin Tbk (PNBN) segera mengajukan rencana penerbitan obligasi senilai Rp 1,5 triliun ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Obligasi PNBN mendapat peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
"Rencananya pekan depan pihak otoritas akan menerima pengajuan penerbitan obligasi dari Bank Panin," ungkap Wei.
Ia mengatakan, PNBN telah menunjuk Indopremier Sekuritas, Evergreen Sekuritas Plc, Danareksa Sekuritas dan Bahana Sekuritas sebagai penjamin emisi obligasi.
(dro/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Refinancing Obligasi US$ 150 Juta, Matahari Tunjuk Citigroup-UBS
- Transaksi Obligasi Wajib Dilaporkan dalam 30 Menit Mulai Oktober
- Anak Usaha CMNP Terbitkan Obligasi Konversi Rp 351 Miliar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




