Berita Lain

Indeks Berita



Senin, 13/07/2009 18:55 WIB
Pemerintah Janjikan DNI Rampung Akhir Juli 2009
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance


Foto: Alih-detikFinance
Jakarta - Pemerintah menjanjikan Daftar Negatif Investasi (DNI) akan selesai akhir bulan ini. Rumah sakit akan termasuk dalam sektor yang terlarang bagi investasi asing.

Hal ini disampaikan Kepala BKPM M Lutfi usai menghadiri rapat dengan Menteri ESDM di Gedung ESDM, Jalan medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (13/7/2009).

"Sekarang dalam proses final. Kemarin dijanjikan dengan Menko Perekonomian insya Allah akhir bulan ini selesai. DNI itu ada rumah sakit, ada banyak sektor," katanya.

Selain rumah sakit, DNI kali ini juga akan mengatur tentang kepemilikan melalui pasar modal yang bisa dianggap sebagai investor dalam negeri. Sehingga perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia bisa dikecualikan dari DNI.

"Salah satunya juga adalah bagaimana perusahaan yang sudah terbuka atau listing di BEI diperlakukan sama dengan penanam modal dalam negeri. Artinya dia di-eksepsikan dari DNI selama dia listing di BEI," tambahnya.

Daftar Negatif Investasi ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan peran pemodal asing dan domestik di Indonesia. Hingga semester I-2009, realisasi penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar US$ 7,5 miliar.

"Pengaruh resesi ada, tapi kita berusaha mendapat nilai tambah dari investasi yang punya comparative advantage yang baik, contohnya komoditas dasar dan market yang kuat," ujarnya.

Sedangkan untuk tahun ini, Luthfi optiomistis pertumbuhan investasi di Indonesia bisa tumbuh 9,7-10,2 persen.
(lih/dro)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).