Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 19:46 WIB
Buka Rute Jakarta-Medan, Citilink Ambil Pasar Adam Air -
Senin, 15/03/2010 16:40 WIB
Kembangkan Sektor Pangan dan Energi, RI Gandeng Australia -
Senin, 15/03/2010 16:30 WIB
Harga Pertamax Cs Naik Rp 200-500 Per Liter -
Senin, 15/03/2010 16:30 WIB
Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Dijamin Tak Picu Kartel -
Senin, 15/03/2010 16:10 WIB
Hatta: Kalau Mampu Jangan Beli Premium -
Senin, 15/03/2010 15:28 WIB
Pemerintah Tanggung Bea Masuk Impor Barang Telekomunikasi
Indeks Berita
Senin, 13/07/2009 18:55 WIB
Pemerintah Janjikan DNI Rampung Akhir Juli 2009
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: Alih-detikFinance
Hal ini disampaikan Kepala BKPM M Lutfi usai menghadiri rapat dengan Menteri ESDM di Gedung ESDM, Jalan medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (13/7/2009).
"Sekarang dalam proses final. Kemarin dijanjikan dengan Menko Perekonomian insya Allah akhir bulan ini selesai. DNI itu ada rumah sakit, ada banyak sektor," katanya.
Selain rumah sakit, DNI kali ini juga akan mengatur tentang kepemilikan melalui pasar modal yang bisa dianggap sebagai investor dalam negeri. Sehingga perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia bisa dikecualikan dari DNI.
"Salah satunya juga adalah bagaimana perusahaan yang sudah terbuka atau listing di BEI diperlakukan sama dengan penanam modal dalam negeri. Artinya dia di-eksepsikan dari DNI selama dia listing di BEI," tambahnya.
Daftar Negatif Investasi ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan peran pemodal asing dan domestik di Indonesia. Hingga semester I-2009, realisasi penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar US$ 7,5 miliar.
"Pengaruh resesi ada, tapi kita berusaha mendapat nilai tambah dari investasi yang punya comparative advantage yang baik, contohnya komoditas dasar dan market yang kuat," ujarnya.
Sedangkan untuk tahun ini, Luthfi optiomistis pertumbuhan investasi di Indonesia bisa tumbuh 9,7-10,2 persen.
(lih/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Perpres DNI Rampung Akhir Juli 2009
- BKPM: Investasi Samsung Hanya Masalah Waktu Saja
- Kadin Minta Minuman Alkohol Dihapus dari DNI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




