Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 19:46 WIB
Buka Rute Jakarta-Medan, Citilink Ambil Pasar Adam Air -
Senin, 15/03/2010 16:40 WIB
Kembangkan Sektor Pangan dan Energi, RI Gandeng Australia -
Senin, 15/03/2010 16:30 WIB
Harga Pertamax Cs Naik Rp 200-500 Per Liter -
Senin, 15/03/2010 16:30 WIB
Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Dijamin Tak Picu Kartel -
Senin, 15/03/2010 16:10 WIB
Hatta: Kalau Mampu Jangan Beli Premium -
Senin, 15/03/2010 15:28 WIB
Pemerintah Tanggung Bea Masuk Impor Barang Telekomunikasi
Indeks Berita
Kamis, 05/11/2009 15:20 WIB
Benahi Listrik di Jakarta, PLN Butuh Rp 5,6 Triliun
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
General Manager Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Jawa Bali, Nur Pamudji menyatakan dari kebutuhan dana itu PLN telah mengalokasikan dana sekitar Rp 800 miliar dari kas internalnya.
"Sebesar Rp 3 triliun dari sumber pendanaan kredit ekspor dan ini sudah diusulkan ke pemerintah. Sementara sisanya masih dicarikan sumber pendanaannya," jelas Nur Pamudji di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (5/11/2009).
Menurut dia, pendanaan tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas semua trafo di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Bekasi, Cawang, Gandul dan Kembangan, menambah trafo pada GITET Muara Tawar sehingga PLTGU Muara Tawar dapat memasok langsung kota Jakarta melalui jaringan 150 KV.
"Dana itu juga untuk melakukan looping pada jaringan 150 KV dan menambah kapasitas jaringan 150 KV," ungkapnya.
Nur Pamudji menyatakan program ini harus segera direalisasikan mengingat besarnya pertumbuhan listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang mencapai hingga 5 persen per tahun. "Sehingga beban puncak sistem Jakarta telah mencapai lebih dari 5.200 MW," jelasnya.
Kondisi ini menyebabkan pembebanan semua Interbus Transformer 500 KV yang memasok kota Jakarta yang ada di Cawang, Bekasi, Gandul, dan Kembangan sejak tahun 2007 mengalami pembebanan yang cukup kritis yaitu rata-rata di atas 90 persen.
"Hal ini berarti cadangan kapasitas (reserve margin ) pada trafo-trafo IBT Jakarta sangat marginal, kurang dari 10 persen," katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan kemampuan pendanaan PLN dalam beberapa tahun ini telah menyebabkan program-program investasi untuk penguatan struktur jaringan tidak dapat dilakukan.
Kondisi ini menyebabkan PLN sulit mendapatkan waktu atau kesempatan untuk melakukan pemeliharaan trafo tanpa harus melakukan pemadaman.
"Jika sewaktu-waktu terjadi gangguan, PLN sulit melakukan manuver jaringan karena semua trafo sudah berbeban penuh." ungkapnya.
(epi/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- PLN Diminta Hapus Tarif Listrik Paket Non Pemerintah
- Perusahaan Inggris Incar Proyek Pembangkit Listrik RI
- Audit Listrik PLN Selesai Maret 2010
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




