Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 12:18 WIB
BCA Kembali Mengalami Gangguan -
Rabu, 17/03/2010 12:06 WIB
Premi Allianz Tumbuh 762% di 2009 -
Rabu, 17/03/2010 08:50 WIB
Suku Bunga Rendah AS, Apa Implikasinya ke Indonesia? -
Rabu, 17/03/2010 07:02 WIB
The Fed Perpanjang Masa Suku Bunga Ekstra Rendah -
Selasa, 16/03/2010 17:15 WIB
Updated
Obligasi Jatuh Tempo Pemerintah Capai Rp 70,57 Triliun di 2010 -
Senin, 15/03/2010 17:45 WIB
BI Dapat Jatah Dewan Komisioner OJK
Indeks Berita
Minggu, 08/11/2009 16:33 WIB
BI Harus Berani Larang Dana Asing Masuk Ke SBI
Whery Enggo Prayogi - detikFinance

dok detikfinance
Hal ini disampaikan oleh Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara pada saat acara public expose PT Bank Mandiri, di restoran Kembang Goela Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Minggu (8/11/2009).
Menurutnya, saat ini jumlah dana asing yang ada di SBI sudah sangat belimpah. Dari sebanyak Rp 240 triliun total dana SBI, termasuk diantaranya Rp 48 triliun berasal dari investor asing. "BI harusnya bisa lebih berani untuk melarang asing berinvestasi SBI. Sudah ada Rp 48 triliun dana asing, padahal currency hanya US$ 800 juta- 1 miliar," ujar Mirza.
Ia menambahkan, investasi di SBI tidak membawa manfaat, karena himpunan dana tidak dialokasikan ke sektor lain, melainkan hanya tertimbun mengendap, hanya menghasilkan bunga saja.
"Nggak bisa diapa-apakan, malah BI harus bayar bunga. Lebih baik dialokasikan ke pasar saham, obligasi atau Surat Utang Negara (SUN)," serunya.
Mirza menjelaskan, rupiah yang menguat pada beberapa waktu lalu, lebih disebabkan bertambahnya aliran dana yang masuk (capital inflow) ke SBI. "Jadi rupiah akan melemah dengan cepat jika terjadi capital outflow. Kalau keluar, bahaya," paparnya.
Dilanjutkan Mirza, BI sebagai pengendali moneter bisa mengeluarkan peraturan baru, untuk melarang investor asing masuk ke SBI. "Kalau BI begitu (pro asing/liberal) maka terlalu capital control. Saya juga tidak tahu pasti kenapa BI tetap mengizinkan, padahal saya sudah mengingatkan," tegas Mirza. (hen/hen)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga :
- Inflasi Rendah, BI Rate Bakal Tetap 6,5%
- BRI: Kesepakatan 14 Bank Pangkas Suku Bunga Bukan Kartel
- Komando BI Pangkas Suku Bunga 14 Bank adalah Represi Finansial
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




