Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 22:49 WIB
Cerita-cerita Lucu di Balik Audit Century -
Selasa, 09/02/2010 22:28 WIB
BPK: Jika Century Ditutup, Negara Langsung Rugi Rp 4,67 Triliun -
Selasa, 09/02/2010 18:31 WIB
BII Rugi Rp 40,969 Miliar di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 17:39 WIB
Dana Century Rp 6,35 Triliun Mengalir ke 63 Bank -
Selasa, 09/02/2010 17:09 WIB
Dana Rp 13,48 Triliun Keluar dari Bank Century Selama 10 Bulan -
Selasa, 09/02/2010 16:10 WIB
Pemerintah Cari Rp 1 Triliun Dari Surat Utang Syariah
Indeks Berita
Minggu, 08/11/2009 16:33 WIB
BI Harus Berani Larang Dana Asing Masuk Ke SBI
Whery Enggo Prayogi - detikFinance

dok detikfinance
Hal ini disampaikan oleh Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara pada saat acara public expose PT Bank Mandiri, di restoran Kembang Goela Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Minggu (8/11/2009).
Menurutnya, saat ini jumlah dana asing yang ada di SBI sudah sangat belimpah. Dari sebanyak Rp 240 triliun total dana SBI, termasuk diantaranya Rp 48 triliun berasal dari investor asing. "BI harusnya bisa lebih berani untuk melarang asing berinvestasi SBI. Sudah ada Rp 48 triliun dana asing, padahal currency hanya US$ 800 juta- 1 miliar," ujar Mirza.
Ia menambahkan, investasi di SBI tidak membawa manfaat, karena himpunan dana tidak dialokasikan ke sektor lain, melainkan hanya tertimbun mengendap, hanya menghasilkan bunga saja.
"Nggak bisa diapa-apakan, malah BI harus bayar bunga. Lebih baik dialokasikan ke pasar saham, obligasi atau Surat Utang Negara (SUN)," serunya.
Mirza menjelaskan, rupiah yang menguat pada beberapa waktu lalu, lebih disebabkan bertambahnya aliran dana yang masuk (capital inflow) ke SBI. "Jadi rupiah akan melemah dengan cepat jika terjadi capital outflow. Kalau keluar, bahaya," paparnya.
Dilanjutkan Mirza, BI sebagai pengendali moneter bisa mengeluarkan peraturan baru, untuk melarang investor asing masuk ke SBI. "Kalau BI begitu (pro asing/liberal) maka terlalu capital control. Saya juga tidak tahu pasti kenapa BI tetap mengizinkan, padahal saya sudah mengingatkan," tegas Mirza. (hen/hen)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (4 Komentar)
Baca juga :
- Inflasi Rendah, BI Rate Bakal Tetap 6,5%
- BRI: Kesepakatan 14 Bank Pangkas Suku Bunga Bukan Kartel
- Komando BI Pangkas Suku Bunga 14 Bank adalah Represi Finansial
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




