Berita Lain

Indeks Berita



Senin, 09/11/2009 20:19 WIB
Garuda Capital Urung Jadi Pembeli Siaga Rights Issue Bank Agroniaga
Whery Enggo Prayogi - detikFinance


Foto: dok.detikFinance
Jakarta - PT Garuda Capital Investama mengurungkan niatnya menjadi salah satu pemegang saham mayoritas atas PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO), melalui pembelian siaga (standby buyer ) rights issue yang diterbitkan AGRO.

Setidaknya, sampai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berakhir beberapa saat lalu, hanya Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) yang menyatakan sebagai standby buyer .

Menurut Direktur Utama AGRO Kemas M. Arief, persetujuan penerbitan rights issue oleh pemegang saham hari ini, tidak dihadiri pihak Garuda Capital.

"Yang hadir hanya Dapenbun, Garuda Capital tidak hadir. Kabar mereka ingin jadi salah satu pemegang saham mayoritas, hanya isu," kata Kemal di kantornya Plaza GR,I Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/11/2009).

Ditambahkannya, memang Garuda pernah mengirimkan surat kepada perseroan, dan menyatakan niatnya menjadi pemegang saham mayoritas. Namun niat tidak terealisasi karena waktu yang sangat sempit.

"Mereka (Garuda Capital) kirim surat sekitar 1 minggu lalu dan minta bertemu kita, untuk bertanya berapa harga rights issue AGRO. Tapi karena waktunya tidak sempat," ujarnya.

Kemas menambahkan, jika Garuda Capital menginginkan saham baru AGRO maka bisa membelinya di pasar saham.

Sebelumnya, PT Garuda Capital Investama berniat menjadi salah satu pemegang saham mayoritas AGRO. Hal itu dilakukan mereka dengan menjadi pembeli siaga (standby buyer ), terkait dengan rights issue AGRO yang dilaksanakan Senin (9/11/2009) ini.

Garuda Capital bahkan telah menyiapkan dana US$30 juta untuk menjadi pembeli siaga rights issue AGRO. "Ini menunjukkan kami serius mengembangkan jasa keuangan dan pasar modal di Indonesia," terang Direktur Utama Garuda Capital Abraham Leo dalam keterangan publiknya.

Senin (9/11/2009) malam ini, seluruh pemegang saham AGRO sepakat akan rencana rights issue sebesar Rp 104 miliar oleh direksi AGRO. Penawaran terbatas ini dilakukan melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

"Penerbitan HMTED sebanyak-banyaknya 1.040.632.622 saham biasa, dengan nilai nominal Rp 100," terang Corporate Secretary AGRO Irawan Nur Kustanto seusai RUPSLB bersama pemegang saham.

Rights issue yang ditawarkan, mempunyai harga pelaksanaan Rp 100 untuk setiap saham, dan nilai yang akan diperoleh perseroan sebesar Rp 104,63 miliar.

(wep/dnl)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).