Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 06/03/2010 15:24 WIB
Bakso Cak Eko Ingin Go International -
Selasa, 16/02/2010 07:09 WIB
Meracik Bisnis Minuman Kesehatan Teh Rosella -
Senin, 08/02/2010 11:42 WIB
Keris dan Batik Seharga Belasan Juta Dipamerkan di Plasa Industri -
Kamis, 04/02/2010 16:17 WIB
Yuk! Belanja Batik Murah di Mal Batik -
Senin, 01/02/2010 07:28 WIB
Manisnya Bisnis Keripik Buah -
Selasa, 26/01/2010 07:44 WIB
Menggeber Bisnis Motor Trail Seken
Indeks Berita
Selasa, 10/11/2009 09:18 WIB
Mengemas Laba Bisnis Kemasan
Suhendra - detikFinance

Foto: Suhendra/detikFinance
Melihat peluang ini, Maria Magdalena pun memulai usahanya sebagai pengusaha makanan. Pada tahun 2008 lalu ia mencoba melakukan terobosan dengan membuat kemasan-kemasan unik bagi produk-produk makanannya, hasilnya kemasannya banyak dilirik orang.
"Sejak Januari 2008 lalu saya sering membantu UKM, dalam menembus pasar moderen. Lalu banyak yang bilang packaging produk saya bagus. Banyak usah kecil, yang bertanya," kata Maria kepada detikFinance, akhir pekan lalu.
Semenjak itu lah ia bersama suaminya bertekad untuk mengembangkan usaha produksi kemasan skala kecil untuk memenuhi permintaan UKM. Setidaknya ia memulai dengan merogoh modal Rp 12 juta untuk membeli 3 mesin pembuat kemasan.
Dikatakannya selama ini UKM kesulitan mendapat kemasan bagus dengan jumlah kecil, maklum saja para pabrikan kemasan hanya melayani pembuatan kemasan partai besar.
Walhasil, saat ini permintaan produk kemasannya mulai menyebar di seluruh Indonesia, selain sebagai mitra binaannya para UKM tersebut juga umumnya bergerak bidang produk makanan telah menjadi pelanggan setianya.
Beberapa produk yang ia hasilkan seperti stand-up pouch, alumunium foil, paper bag, plastic vakum, packaging machine, label dan lain-lain.
Ia mengatakan saat ini para UKM di Indonesia sering kali mengalami kendala dalam hal kemasan. Berdasarkan pengalamannya, banyak UKM terjebak dengan pemikiran bahwa produk UKM tidak harus bagus kemasannya sedangkan kemasan bagus hanya menjadi milik industri besar.
"Mereka UKM mikirnya pabrikan saja yang kemasannya bagus. Ternyata home industry juga bisa bagus, ini bisa menambah nilai jual loh," katanya.
Selain itu, kata dia, masih ada paradigma di pengusaha, UKM jika kemasan yang bagus akan menambah beban produksi, padahal kata dia saat ini kemasan sangat menentukan keberhasilan sebuah produk di pasar. Ia mencontohkan produk-produk impor terlihat sebagai barang mahal dan bagus, hanya gara-gara dikemas secara rapih dan moderen.
Ia menjelaskan komposisi biaya produksi dari kemasan setidaknya hingga 30% masih dianggap wajar dan layak dipertimbangkan. Saat ini, ia biasa menjual harga kemasan termurah untuk ukuran sachet antara Rp 250 -1600 per sachet. Sedangkan untuk produk kemasan termahal adalah jenis komposit yang dijual Rp 8000 per kemasan.
Ia menjual ukuran sachet minimal dengan jumlah pemesanan 20.000 lembar, sedangkan untuk pemesanan di pabrik kemasan skala besar biasanya meminta pemesanan minimal diatas Rp 200 juta, selain itu ia berani jamin produk kemasannya lebih murah dari harga pabrik besar.
"Bisa selisihnya sampai Rp 200 per sachet, lebih murah dari pabrik besar, ini sangat membantu UKM yang membutuhkan kemasan dengan jumlah pembelian dengan partai kecil," katanya.
Bagi UKM yang telah memiliki kemampuan produksi tinggi ia menyarankan proses penutupan (perekat) kemasan harus menggunakan mesin otomatis dengan harga Rp 4,8 juta per buah. Bagi UKM yang produksinya masih rendah ia menyarankan untuk menggunakan penutup kemasan manual seharga Rp 350.000. Beberapa alat-alat tersebut ia juga sediakan bagi mitra-mitranya untuk dijual.
Ia mengaku saat ini sering mendapat undangan dari departemen perdagangan maupun departemen perindustrian untuk memberikan penyuluhan terhadap UKM-UKM yang mengalami kendala dalam kemasan, termasuk konsultasi izin usaha, konsultasi membuat kemasan, membuat bar code, izin sertifikasi halal, standar produk makanan internasional dan lain-lain.
Hasilnya sampai saat ini bisnisnya semakin moncer. Dengan dibantu 25 orang karyawannya, setiap bulannya ia mampu membukukan omset hingga ratusan juta per bulan dengan menjual kemasan-kemasan seperti produk makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, produk kaleng dan lain-lain.
Anda tertarik?
CV. D&D Pack Indonesia
Maria Magdalena
Perumahan Cengkareng Indah Blok GD No 17 Jakarta Barat 11720.
email : marketingdnd@yahoo.co.id
(hen/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Ganasnya Bisnis Tengkorak si Pelindung Kepala
- Mantapnya Bisnis Pengaman Kebocoran Gas
- Bisnis Pilihan untuk Pensiunan
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




