Forum Finance
- Robot kyai forex... kyaiforex
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Minggu, 14/03/2010 15:50 WIB
PT PP Cetak Peningkatan Laba 33% Tahun 2009 -
Minggu, 14/03/2010 14:40 WIB
MPPA Kirim Informasi Tambahan ke Publik Rabu Depan -
Sabtu, 13/03/2010 14:15 WIB
ANTM Habiskan Rp 7,3 Miliar Untuk Biaya Eksplorasi Februari 2010 -
Jumat, 12/03/2010 16:35 WIB
Sinarmas Sekuritas Crossing 37,15% Saham ELSA Rp 894,816 Miliar -
Jumat, 12/03/2010 16:11 WIB
IHSG Kena Koreksi 10 Poin -
Jumat, 12/03/2010 15:12 WIB
Bapepam Tetap Minta Investor Waspadai Transaksi Penjualan Matahari
Indeks Berita
Selasa, 10/11/2009 16:51 WIB
Rupiah Tertolong Data PDB
Nurul Qomariyah - detikFinance

Pada perdagangan Selasa (10/11/2009), rupiah ditutup di level 9.430 per dolar AS, melemah tipis dibandingkan penutupan kemarin di level 9.415 per dolar AS.
Namun posisi rupiah pada penutupan ini lebih baik ketimbang saat intraday yang sempat menembus 9.465 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi setelah BPS mengumumkan pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 4,2% pada triwulan III-2009, atau lebih baik dari ekspektasi analis..
Di pasar regional, dolar AS juga hanya bergerak tipis setelah kemarin melemah atas mayoritas mata uang global.
Euro melemah ke 1,4979 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4994 dolar. Dolar AS melemah atas yen ke posisi 89,85 yen, dibandingkan sebelumnya di level 89,95 yen.
Ekonom Bank Danamon Anton Hendranata mengatakan, perkembangan data AS yang lebih buruk dari perkiraan pasar menyebabkan melemahnya dolar AS terjadap mata uang negara-negara maju. Seiring dengan hal tersebut, rupiah sempat menguat ke 9.415 per dolar AS pada penutupan perdagangan kemarin.
"Perkembangan politik seperti kasus KPK dalam seminggu terakhir ini cukup menarik perhatian, namun belum terlihat mempengaruhi pergerakan rupiah secara signifikan. Rupiah tertolong oleh pelemahan dolar AS terhadap negara-negara maju dan Asia," jelas Anton dalam ikhtisar perekonomian Mingguan Bank Danamon.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




