Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:27 WIB
Obligasi Oto Multiartha Senilai Rp 600 Miliar Sandang Peringkat AA- -
Selasa, 09/02/2010 15:37 WIB
Penjualan Batubara Adaro Naik Tipis 0,73% di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 15:18 WIB
DPR Tolak IPO BUMN Perkebunan -
Selasa, 09/02/2010 15:10 WIB
WIKA Likuidasi Anak Usaha -
Selasa, 09/02/2010 14:51 WIB
Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel -
Selasa, 09/02/2010 14:06 WIB
Jasa Marga Incar 2 Ruas Tol Terbengkalai
Indeks Berita
Rabu, 11/11/2009 10:59 WIB
KIK EBA Jilid Dua Meluncur Rp 360 Miliar
Whery Enggo Prayogi - detikFinance
(foto: dok detikFinance)
Menurut Direktur Utama PT Sarana Multiguna Financial (SMF) Erica Soeroto, KIK EBA DSMF02 berkelas A juga tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga dapat diperdagangkan di antara investor melalui mekanisme transaksi yang disediakan BEI.
"Jumlah yang dicatatkan adalah Rp 360 miliar, dengan bunga 11% p.a. dan kupon 3 bulanan amortisasi," jelas Erica dalam press conference di gedung BEI Kawasan SCBD Jakarta Rabu (11/11/2009).
Ditambahkannya, investor yang akan membeli KIK EBA adalah dana pensiun, institusi dan ritel. Rating DSMF 02-KPR pun tercatat AAA.
Efek seri I (DSMF-01) sebelumnya, telah tercatat di BEI pada 12 Februari 2009, dengan nilai Rp 100 miliar dan tingkat penghasilan tetap. Efek sebelumnya, berkode Danareksa SMF I-KPR BTN, karena dikelola Danareksa Investment Management dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI).
Tingkat bunga efek Danareksa SMF I-KPR BTN, kala itu ditetapkan 13% per tahun dengan durasi tertimbang 2,6 tahun. Peringkat efek adalah Aaa.id dari Moody's.
Total dana hasil surat utang ini Rp 500 miliar. Setelah ditambahkan seri 01 dan 02, SMF juga menerbitkan efek kelas B sebesar Rp31 miliar. Efek ini tidak akan diperingkat dan tidak diperdagangkan di BEI. Efek akan dibeli BTN, sekaligus sebagai pendukung kredit dengan cara subordinasi atas efek kelas A.
Total surat utang, dijaminkan dari 29,5 ribu total nasabah BTN. Diharapkan dengan penerbitan KIK EBA, maka ekspansi kredit BTN dapat terus berjalan, namun tanpa menggangu keuangan perseroan.
"Kan nilai hutang di underlying oleh sejumlah nasabah yang ada di BTN. Dan kami memberikan likuiditas kepada mereka, dengan menerbitkan obligasi. Mudah-mudahan semua dapat terserap pasar," terang Erica.
(dro/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Obligasi SMF Rp 300 Miliar Meluncur Oktober 2009
- SMF Terbitkan Lagi Obligasi Rp 300 Miliar
- SMF Kembali Terbitkan Obligasi Rp 200 Miliar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



