Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 09:55 WIB
Market Flash eTrading -
Kamis, 18/03/2010 07:27 WIB
Rekomendasi Saham
Penguatan IHSG Mulai Terhadang -
Kamis, 18/03/2010 07:16 WIB
Wall Street Lanjutkan Penguatan -
Rabu, 17/03/2010 17:56 WIB
BEI Nilai Larangan Rangkap Jabatan Tidak Efisien -
Rabu, 17/03/2010 16:24 WIB
Asing Beli Saham Rp 992 Miliar, IHSG Rengkuh Level 2.756 -
Rabu, 17/03/2010 15:27 WIB
KPC-Ditjen Pajak 'Gencatan Senjata'
Indeks Berita
Rabu, 11/11/2009 17:49 WIB
Mobile 8 Baru Konversi 54,35% Utang
Whery Enggo Prayogi - detikFinance

Foto: FREN
Menurut Chief Executie Officer Mobile-8 Merza Fachys, konversi utang perseroan menjadi saham akan mempercepat restrukturisasi keuangan yang selama ini tidak sehat.
"Konversi ini adalah salah satu cara agar kita punya struktur keuangan yang sehat. Sudah ada Rp 761miliar yang telah selesai proses (konversi). Untuk itu kami mengharapkan, kreditur lain dapat segera mengikuti," kata Merza seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Menara Kebun Sirih, Jakarta, Rabu (11/11/2009).
Pihak kreditur yang telah menyetujui utang mereka dikonversi menjadi saham diantaranya Samsung Coorporation, Monotel, dan PT Inti Bangun Sejahtera.
"Dalam 2 bulan mendatang, kita akan mengoptimalkan konversi. Dengan demikian neraca rugi laba kita dapat membaik. Sampai akhir tahun neraca kita belum positiflah, tapi ada perbaikan," papar Corporate Secretary Mobile-8 Chris Taufik.
Pengalihan 19% saham perseroan dari PT Global Mediacom Tbk kepada investor baru, juga diharapkan akan memperbaiki neraca perusahaan.
"Kita tentu akan diskusi dengan shareholder yang baru, seputar kompetisi industri selular yang semakin ketat, dan kekuatan kita guna mengejar ketertinggalan," papar Merza.
Pengalihan utang usaha ini masih diproses untuk dapat dicatatkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diharapkan dapat teralisasi pada minggu ke-1 Desember.
"Kami mengikuti aturan yang ada di bursa, yang perlu waktu maksimal 10 hari. Kami sedang melengkapi berkas. Dalam minggu depan sudah mudah-mudahan bisa," tambah Taufik.
(wep/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Global Mediacom Lepas FREN ke Sinarmas
- Mobile-8 Tambah Modal Dasar Rp 2 Triliun
- Mobile 8 Jajaki Terbitkan Saham Baru Rp 500 Miliar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




