Forum Finance
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Trade off kebijakan “kri... growth23
- Inflasi 2010 : diatas tar... growth23
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 11/03/2010 17:47 WIB
Eco Product Belum Untungkan Produsen Furnitur -
Kamis, 11/03/2010 17:44 WIB
Laporan dari Sydney
RI-Australia Rancang Kerjasama Investasi di Wilayah Timur -
Kamis, 11/03/2010 17:27 WIB
Pemboikotan DPR atas Sri Mulyani Punya Konsekuensi Berat -
Kamis, 11/03/2010 16:59 WIB
Bakso Spesial Buat Obama Bisa Terhadang Protokoler Presiden -
Kamis, 11/03/2010 16:25 WIB
Geliat Pertumbuhan Industri Mamin Bisa Gerus Devisa -
Kamis, 11/03/2010 16:08 WIB
RI Jajaki Impor Gas Dari Nigeria dan Qatar
Indeks Berita
Kamis, 12/11/2009 09:14 WIB
Menneg BUMN Tinjau Pemulihan Gardu Induk Cawang
Angga Aliya ZRF, Suhendra - detikFinance

Mustafa hadir di GI Cawang, Jakarta Timur pada Kamis (12/11/2009) pukul 09.00 WIB. Ia selanjutnya melakukan diskusi dengan jajaran Direksi PLN dan GM PLN Disjaya.
"Semua bekerja, sekarang dalam konsisi krisis, tidak bisa besok-besok," ujar Mustafa.
Usai rapat kerja di Gedung DPR/MPR pada Rabu (11/11/2009) malam, Mustafa mengatakan dirinya memang ingin memantau langsung jalannya perbaikan yang dilakukan PLN.
"Peninjauan dilakuakn untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan yang sedang dilakukan sehingga target pertangahan Desember bisa rampung," katanya.
Pemantauan tersebut rencananya dilakukan kamis (12/11/2009) pagi hari ini. Diharapkan, dengan adanya peninjauan itu, PLN bisa bekerja secara maksimal dalam mengembalikan kebutuhan listrik di sekitar Jabodetabek.
Ia juga meminta masyarakat untuk bisa membantu mengawal dan mengawasi jalannya perbaikan tersebut agar bisa leboh cepat selesai dan masalah pemadaman listrik teratasi.
Ia mendesak PLN untuk bisa terus memberi update mengenai jadwal pemadaman yang bakal melanda beberapa titik di seputar Jabodetabek supaya tidak merugikan dan masyarakat bisa lebih waspada.
"Selama ini ada kesan sudah mati dan tidak ketahuan. Saya katakan tidak boleh terjadi begitu lagi, harus ada pemberitahuan dengan jadwal yang jelas sehingga konsumen siap," tambahnya.
Ia berharap, BUMN listrik itu sudah bisa menerapkan kompensasi kepada konsumennya yang terkena pemadaman listrik. Terutama bagi kalangan industri yang dampaknya terasa besar sekali.
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Diskon Tarif Listrik 10%, Tak Mampu Tutupi Kerugian Pengusaha
- PLN Butuh Rp 32 Triliun Untuk Penuhi Listrik Nasional
- Kadin: Penetapan Tarif Listrik di Indonesia Tidak Rasional
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




