Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 16:49 WIB
Saham Asuransi Dayin Mitra Masuk UMA -
Kamis, 18/03/2010 16:32 WIB
Bayan Incar 1 Tambang Batubara di Kalimantan -
Kamis, 18/03/2010 16:11 WIB
Asing Tampung Aksi Jual Investor Lokal, IHSG Terhempas 19 Poin -
Kamis, 18/03/2010 15:37 WIB
Waspadai Arus Penarikan Modal Asing di Triwulan III-2010 -
Kamis, 18/03/2010 14:31 WIB
Pefindo Naikkan Peringkat Obligasi Danareksa -
Kamis, 18/03/2010 14:23 WIB
Megapolitan Development Tunda IPO
Indeks Berita
Kamis, 12/11/2009 10:02 WIB
BUMI Segera Kuasai 100% Saham Herald
Indro Bagus SU - detikFinance

(foto: dok BUMI)
"Kami berharap kewajiban akuisisi hingga 100% saham Herald rampung dalam 6 minggu," ujar SVP Investor Relation BUMI, Dileep Srivastava kepada detikFinance, Rabu (11/11/2009) malam.
BUMI saat ini memiliki 205.912.956 saham atau setara dengan 98,39% saham Herald melalui penawaran tender terakhir yang ditutup pada 20 Oktober 2009 pada harga AUD 0,93 per saham.
Berdasarkan peraturan Australian Stock Exchange (ASX) yang tertera dalam Corporations Act 2001, suatu perusahaan yang menguasai sedikitnya 91% saham emiten di ASX, wajib membeli saham yang belum dimiliki jika diantara pemegang saham ada yang hendak menjualnya. Oleh karena Calipso memiliki 98,39% saham Herald, maka Calipso wajib melakukan pembelian jika sisa pemegang saham Herald memutuskan melepaskan kepemilikan sahamnya kepada Calipso.
Harga yang ditawarkan Calipso sama dengan penawaran terakhir sebesar AUD 0,93 per saham.
Terkait penawaran tersebut, otoritas bursa Australia memutuskan menghentikan sementara saham Herald terhitung kemarin, Rabu (11/11/2009). Pada Selasa (10/11/2009), saham Herald ditutup di harga AUD 0,885 per saham.
BUMI sendiri telah menyiapkan dana investasi untuk pengembangan proyek Dairi sebesar US$ 211 juta. Dananya diambil dari penerbitan obligasi US$ 300 juta yang telah dilakukan pekan lalu.
Menurut Dileep, dana tersebut akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 171 juta, modal kerja sebesar US$ 30 juta dan dana eksplorasi sebesar US$ 10 juta.
"Investasi ini untuk menggenjot pendapatan Herald di 2012," ujarnya.
Herald, perusahaan tambang asal Australia yang tercatat di Australian Securities Exchange (ASX) ini menguasai 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Dileep mengatakan, proyek Dairi memiliki tambang dengan kandungan seng (zinc) dan timbal (lead) terbesar di dunia yang berlokasi di Sumatera Utara. Namun hingga saat ini, proyek Dairi belum dapat dioperasikan lantaran belum mendapat izin dari departemen kehutanan.
"Kami berharap izin dapat segera diperoleh," ujar Dileep.
Melalui investasi ini, BUMI menargetkan EBITDA tahunan sebesar US$ 200 juta. Pada perdagangan hari ini, saham BUMI kembali menjadi perburuan. Saham BUMI tercatat naik Rp 125 menjadi Rp 2.550 dengan nilai transaksi mencapai Rp 717 miliar dalam setengah jam perdagangan.
(dro/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- BUMI Terbitkan Obligasi US$ 300 Juta
- S&P Tetapkan Peringkat Bumi Resources BB
- Asing Lepas BUMI Rp 1,06 Triliun
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




