Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 18:34 WIB
Nestle Tetap Beli Sebagian CPO dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 18:24 WIB
Krisis Eropa Jadi Peluang Masuknya Modal Asing ke RI -
Kamis, 18/03/2010 17:15 WIB
Petani Sawit Geram Pemutusan Kontrak CPO Terulang -
Kamis, 18/03/2010 17:01 WIB
Kenaikan Tarif Listrik Bisa Dorong Inflasi -
Kamis, 18/03/2010 16:34 WIB
Pemerintah Isyaratkan Perpanjang Jabatan Emirsyah Satar di Garuda -
Kamis, 18/03/2010 16:10 WIB
Kontrak Diputus Nestle, Sinar Mas Kehilangan Pasar 4.000 Ton CPO
Indeks Berita
Kamis, 12/11/2009 13:01 WIB
Pertamina Incar 2 Blok Migas di Vietnam
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
"Saat ini keduanya masih dalam tahap negosiasi," ujar Direktur Utama Pertamina, Karen Agustiawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2009).
Karen menjelaskan, untuk blok 10-11.1, Pertamina berpartner dengan Petro Vietnam (PIDC) dan Petronas Carigali. Blok ini berada di offshore Conson. "Kami mengincar 10 persen kepemilikan di sana," ungkapnya.
Sementara untuk Blok HT-02 di offshore Hanoi, imbuh Karen, Pertamina menggandeng Quad Energy. Dimana jumlah saham yang diincar Pertamina sekitar 45 persen.
"Selain itu kami juga renegosiasi dengan pemerintah irak untuk menjadi pemilik tunggal (100 persen) Blok- 3 WD (Western Desert )," ungkapnya.
Untuk blok migas di dalam negeri, khusus untuk west Galagah Kambuna di Sumatera Utara yang dikelola oleh Pertamina dan Petronas (60 persen), Karen menyatakan untuk penandatanganan PSC (Production Sharing Contract ) masih menunggu keputusan Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh.
Untuk blok Karama di offsore Makasar Strait, imbuh Karen, saat ini sedang dalam prosesing data 3D Seismik.
Dalam pengelolaan blok ini, BUMN migas ini bekerjasama dengan StatoilHydro (51 persen). Dimana pemboran diperkirakan dapat dimulai antara tahun 2010 atau 2011.
(epi/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Pertamina Anggarkan Belanja Modal Rp 39 Triliun
- Pertamina Ingin Jadi Mayoritas di Proyek RCC Cilacap
- Harga Pertamax Cs Naik Rp 100
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




