Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:36 WIB
32,5 Juta Orang Indonesia Berada di Level Kemiskinan Ekstrim -
Selasa, 09/02/2010 17:21 WIB
Dicari Hakim Agung Perpajakan -
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI 2009 Diproyeksi 4,4-4,5% -
Selasa, 09/02/2010 16:27 WIB
PTPN XIV Masih Cicil Tunggakan Pajak Rp 60 Miliar -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Produsen Terigu Desak Pemerintah Eksekusi BM Anti-Dumping -
Selasa, 09/02/2010 15:58 WIB
Perhutani Siap Bangun 2 Pabrik Gondorukem Rp 160 M
Indeks Berita
Kamis, 12/11/2009 16:09 WIB
RI Butuh 60 ribu Ha Lahan Padi Per Tahun
Ramdhania El Hida - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pertanian yang masih merangkap Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/11/2009).
Menurut Bayu, dengan penduduk Indonesia yang setiap tahunnya meningkat 1,3% atau sekitar 3 juta orang, dibutuhkan tambahan pasokan beras sebanyak 300 juta ton per tahun. Jumlah ini bisa dipenuhi dengan penambahan 60 ribu ha.
"Setiap orang setahun makan 100 kg,jadi kita butuh 300 juta ton, 1 hektar itu bisa menyedikan 5 ton. Tandanya 60 ribu hektare per tahun pertambahannya. Itu baru padi saja lho," papar Bayu.
Bayu mengungkapkan dalam menjalankan program swasembada pangan ini terdapat 2 tantangan, yaitu perluasan lahan dan investasi. Di Indonesia, jelas Bayu, masih banyak lahan yang berpotensi dijadikan areal pemenuhan kebutuhan pangan tersebut, salah satunya Merauke.
"Kita masih berjuang, Merauke menjadi kawasan ekonomi khusus pangan dan bio energi. Lahan yang akan digarap itu seluas 500 ribu hektar dengan potensi lahan seluas 1,2 juta hektar," ungkap Bayu.
Selain Merauke, Bayu juga menyatakan ada beberapa lahan di Jawa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kalimantan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah juga masih memiliki potensi lahan yang luas untuk dijadikan lahan pangan.
Lahan-lahan ini, ungkap Bayu penggunaannya masih terhambat dengan masalah regulasi tetapi diharapkan masalah ini bisa selesai dalam program 100 hari.
"Masalah lahan, lahannya tersedia, tapi regulasi untuk pemanfaatannya masih menghambat. Namun, untuk lahan ini sudah masuk dalam program pemerintah 100 hari dan 1 tahun mendatang," ujar Bayu.
Bayu juga menyayangkan tersedianya potensi lahan tersebut tidak disertai dengan tersedianya investasi untuk pengembangan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur ini sangat penting dalam meningkatkan produksi pangan Indonesia.
Untuk pembangunan infrastruktur di Jawa, tambah Bayu, dibutuhkan dana sebesar Rp 100 triliun, sedangkan untuk Merauke, modal awal untuk membuka pembagunan infrastruktur saja sudah sebesar Rp 2-3 triliun. Pemerintah sendiri hanya mampu membiayai 10-15% dari pembangunan infrastruktur ini.
"Infrastruktur dasar sangat-sangat dibutuhkan di Merauke, terutama pelabuhan dan jalan. Yang infrastruktur inilah yang masih dicari,tapi prospeknya tadi bukan tanpa harapan. Jepang berminat untuk membantu infrastrukur," jelas Bayu.
(nia/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Produksi Padi 2009 Diproyeksi Naik 3,51 juta ton
- Bulog Siap Tambah Beras 20.000 Ton ke Sumbar
- Cadangan Beras di Sumbar Cukup Untuk 3 Bulan
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



