Forum Finance
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Trade off kebijakan “kri... growth23
- Inflasi 2010 : diatas tar... growth23
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 12/03/2010 10:04 WIB
Bosowa Gandeng CTI Group Tingkatkan Produksi Semen -
Jumat, 12/03/2010 09:51 WIB
Pemerintah Diminta Stop Ekspor LNG Tangguh ke China -
Kamis, 11/03/2010 20:04 WIB
BI: Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 6% di 2010 -
Kamis, 11/03/2010 17:47 WIB
Eco Product Belum Untungkan Produsen Furnitur -
Kamis, 11/03/2010 17:44 WIB
Laporan dari Sydney
RI-Australia Rancang Kerjasama Investasi di Wilayah Timur -
Kamis, 11/03/2010 17:27 WIB
Pemboikotan DPR atas Sri Mulyani Punya Konsekuensi Berat
Indeks Berita
Kamis, 19/11/2009 18:36 WIB
RI Belum Bisa Stop Impor Garam
Suhendra - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
"Mengenai kebijakan impor saya jelaskan kerangka awam, intinya adalah impor itu bukan suatu yang salah di dunia manapun. Kita butuh nggak sih, kalau butuh ada nggak sih," kata Dirjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan Diah Maulida saat ditemui di kantornya, Kamis (19/11/2009)
Diah menjelaskan kebutuhan garam konsumsi rumah tangga per tahunnya mencapai 680.000 ton namun yang baru dipenuhi oleh produksi dalam negeri hanya 500.000
ton. Artinya untuk garam konsumsi saja Indonesia harus impor 180.000 ton per tahun.
Selain garam konsumsi rumah tangga yang masih impor, impor garam industri justru menunjukanangka impor yang mencengangkan lagi.
Selama ini impor garam di luar kebutuhan konsumsi mencakup garam industri, garam farmasi, industri soda, alkalin, mie, kecap, es, pengeboran minyak, dan lain-lain.
Saat ini saja kata dia, kebutuhan industri untuk alkali per tahunnya mencapai 1,5 juta ton garam, industri pengeboran 126.000 ton, industri makanan es batu 100.000 ton, dan lain-lain.
"Nah kalau produksi kita mampu bisa produksi 2 juta ton maka bisa menutup impor. Butuh program yang jelas untuk industrinya," katanya.
(hen/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Izin Impor Mesin Bekas Akan Kembali Diperpanjang
- Impor Mesin dan Bahan Bangunan Bebas Bea Masuk
- RI Berambisi Bisa Ekspor Garam
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




