Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:27 WIB
Obligasi Oto Multiartha Senilai Rp 600 Miliar Sandang Peringkat AA- -
Selasa, 09/02/2010 15:37 WIB
Penjualan Batubara Adaro Naik Tipis 0,73% di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 15:18 WIB
DPR Tolak IPO BUMN Perkebunan -
Selasa, 09/02/2010 15:10 WIB
WIKA Likuidasi Anak Usaha -
Selasa, 09/02/2010 14:51 WIB
Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel -
Selasa, 09/02/2010 14:06 WIB
Jasa Marga Incar 2 Ruas Tol Terbengkalai
Indeks Berita
Selasa, 24/11/2009 16:28 WIB
IPO Garuda, KS dan PP Masuk Program 100 Hari
Angga Aliya ZRF - detikFinance

(foto: dok detikFinance)
Menurut Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, tiga perusahaan plat merah itu antara lain PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Krakatau Steel dan PT Garuda Indonesia.
"Setelah BTN, yang paling cepat bisa IPO itu PP," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Ia mengatakan, saat ini PP masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah. Pihaknya masih menggodok rencana terbitnya PP tersebut. PP telah menunjuk konsorsium DBS Securities, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.
Rencananya BUMN Karya tersebut bakal melepas 30-35% sahamnya ke pasar dengan target raupan dana Rp 1,5 triliun. Perusahaan plat merah itu sendiri mentargetkan masuk lantai bursa di akhir tahun 2009.
Sementara Krakatau Steel, saat ini masih melakukan pengkajian terhadap rencana tersebut. Sesuai persetujuan DPR, BUMN baja itu diperkenankan melepas sahamnya sebanyak 30 persen dengan target raupan dana sekitar Rp 3-4 triliun.
Sedangkan Garuda Indonesia berniat melangsungkan aksi korporasi tersebut bulan Juni 2010. Saham yang dilepas maksimal sebanyak 40 persen. Sedangkan target raupan dananya sekitar Rp 4 triliun.
Sementara untuk tiga PT Perkebunan Nusantara (PTPN), yaitu III, IV dan VII masih harus meminta restu terlebih dahulu dari DPR. "Sementara kita (utamakan) PP dulu," katanya.
(ang/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Bhakti Energi Batal IPO
- Dian Swastatika Sentosa Tawarkan Harga Saham Rp 1.000-1.500
- KS Lepas 55% Saham Latinusa ke Nippon Steel Rp 563,122 miliar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



