Forum Finance
- Ndpbm... alvian19
- Blok Cepu... densol
- Hitung PPh 21 dengan muda... yukfa
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 17:27 WIB
Obligasi Oto Multiartha Senilai Rp 600 Miliar Sandang Peringkat AA- -
Selasa, 09/02/2010 15:37 WIB
Penjualan Batubara Adaro Naik Tipis 0,73% di 2009 -
Selasa, 09/02/2010 15:18 WIB
DPR Tolak IPO BUMN Perkebunan -
Selasa, 09/02/2010 15:10 WIB
WIKA Likuidasi Anak Usaha -
Selasa, 09/02/2010 14:51 WIB
Luncurkan Online Trading, Danareksa Incar Investor Ritel -
Selasa, 09/02/2010 14:06 WIB
Jasa Marga Incar 2 Ruas Tol Terbengkalai
Indeks Berita
Rabu, 25/11/2009 17:35 WIB
Industri Reksa Dana Tumbuh 20% di 2010
Whery Enggo Prayogi - detikFinance

(Ilustrasi Foto: dok detikFinance)
Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto saat dihubungi detikfinance, Rabu (25/11/2009).
Menurutnya, penopang utama pertumbuhan 20% di 2010 akan didorong oleh tumbuhnya reksadana saham, pasar uang, dan terproteksi.
"Kontribusi terbesar pertumbuhan masih didominasi reksadana saham. Sementara untuk reksadana pendapatan tetap akan sedikit mengalami penurunan. Ada tren pengalihan atas pemegang reksadana ke reksadana terproteksi," jelas Abi.
Sampai akhir tahun 2009, reksadana masih tetap tumbuh. Dan nilai akumulasinya mencapai Rp 110 miliar. Dengan prediksi tersebut, maka dana kelolaan industri reksadana pada akhir 2009 akan naik 48,64% dibanding periode yang sama tahun 2008 sebesar Rp 74 triliun.
"Pertumbuhan jumlah AUM ini ditunjang oleh penambahan nasabah baru dan perkembangan harga saham. Itu juga kalau tidak ada negatif surprises, misal dari pasar saham regional ataupun global," paparnya.
Sampai September 2009, total AUM reksadana mencapai Rp 106,69 triliun. Hal ini terdiri atas reksadana balanced fund sebesar Rp13,86 triliun, reksadana saham Rp 38,83 triliun, reksadana pendapatan tetap Rp 16,4 triliun.
Untuk reksadana pasar uang Rp 4,73 triliun, reksadana terproteksi Rp 30,39 triliun, dan reksadana syariah Rp 3,87 triliun.
Sementara itu, prospek industri pada tiap negara, juga akan terus tumbuh. Ini sejalan perbaikan kondisi ekonomi, yang diprediksi akan terjadi pada awal 2010.
Namun, untuk mencapai pertumbuhan industri di negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan lainnya, akan membutuhkan waktu yang lama.
Pada periode 2005-2009, rasio AUM reksadana terhadap GDP Indonesia hanya sebesar 1,21%. Sementara di Singapura 20%. Untuk Malaysia dan Thailand rasionya masing-masing 16%, dan 12,2%.
"Kalau Amerika sudah 68%, atau sama artinya 8 dari 10 penduduknya menjadi investor reksadana,"ujarnya.
Untuk mencapai rasio 10%, Indonesia harus berupaya menjaga pertumbuhan AUM dalam 10 tahun ke depan, plus menjaga tingkat GDP-nya. Proyeksi pencapaian rasio 10% tersebut, didasarkan atas perkiraan tingkat GDP rata-rata tahunan sebesar 6%, dan industri reksadana mesti tumbuh 29% setiap tahun.
(dro/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Reksa Dana Saham Berkuasa di 2010
- Schroder Targetkan Dana Kelolaan Naik 20%
- Dana Kelolaan DINAR Capai Rp 320 Miliar
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).



