Forum Finance
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Trade off kebijakan kri... growth23
- Inflasi 2010 : diatas tar... growth23
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 10/03/2010 18:53 WIB
Danai BUMN Sakit, Pemerintah Bentuk BUMN Fund -
Rabu, 10/03/2010 18:33 WIB
PLN Lepas PLTP Ijen dan Wilis ke Swasta -
Rabu, 10/03/2010 18:20 WIB
Pemboikotan Sri Mulyani oleh DPR Bahayakan Ekonomi -
Rabu, 10/03/2010 17:42 WIB
PLTU Butuh 150 Juta Ton Batubara di 2025 -
Rabu, 10/03/2010 17:19 WIB
Indonesia Menjadi Fokus di Czech Asia Forum -
Rabu, 10/03/2010 17:13 WIB
Impor Laptop, HP, dan PC Indonesia Didominasi Produk China
Indeks Berita
Selasa, 15/12/2009 15:45 WIB
Pemerintah Hanya Akan Tunda FTA ASEAN-China Untuk 303 Produk
Ramdhania El Hida - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Hal ini disampaikan Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Menurut Edy, dari sekitar 2.500 sektor usaha di Indonesia, terdapat 303 sektor yang belum siap untuk turut serta dalam FTA. "Ada 303 sektor yang masih minta pengentasan. Itu masih ditunda dari total 2.500-an," ujar Edy.
Namun, tambahnya, penundaan pada sektor tersebut tidak mengakibatkan penundaan program FTA karena pemerintah telah menjalankannya terhadap beberapa negara pada tahun ini. Bahkan, untuk FTA dengan China telah dimulai sejak 2002.
"Tidak akan ada penundaan untuk FTA, kita harus jalan," tegas Edy.
Edy menjelaskan pemerintah akan segera mengirimkan surat pemberitahuan penundaan kepada negara-negara yang terkait dengan ke-303 sektor ini dalam FTA.
Selain itu, akan segera dicari modifikasi dan kompensasi sebagai pengganti sektor yang ditunda itu. Namun Edy tidak menjelaskan sektor apa saja yang ditunda.
"Jadi yang 303 itu minggu ini akan dikirim surat untuk minta penundaan. Jadi kita minta modifikasi, sekarang mereka sedang mencarikan kompensasinya untuk komoditi lain. Tergantung inisiatif principalnya," jelas Edy. (nia/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- FTA ASEAN-Cina Bakal Dongkrak Sektor Pertanian RI
- PMK Telah Disiapkan, FTA Siap Melenggang 1 Januari 2010
- FTA ASEAN-China Ancam Penerimaan Bea Cukai 2010
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




