Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 18:12 WIB
Penjualan Indocement Turun 8% di 2009 -
Senin, 15/03/2010 17:25 WIB
Gosip Mau Diganti, Fuad Rahmany Cuek -
Senin, 15/03/2010 17:11 WIB
Jual SUKRI, Reliance Danai Restorasi Taman Nasional Ujung Kulon -
Senin, 15/03/2010 17:03 WIB
Indocement Tambah 2 Pabrik Semen Senilai US$ 35 Juta -
Senin, 15/03/2010 16:12 WIB
IHSG Cuma Mengukir 3 Poin -
Senin, 15/03/2010 15:49 WIB
BNI Targetkan Rights Issue Rp 6 Triliun
Indeks Berita
Selasa, 15/12/2009 17:42 WIB
Energi Mega Anggarkan Belanja Modal US$ 196 Juta
Whery Enggo Prayogi - detikFinance

(foto: dok detikFinance)
"Untuk 2010 kami siapkan capital expenditure dan working expenditure sebesar US$ 196 juta. Dana ini sudah final dan telah mendapat ijin dari BP Migas," ujar Direktur Utama ENRG Iman P. Agustino dalam paparan publik perseroan di hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Secara rinci, Imam mengatakan kalau untuk pengembangan proyek-proyek di seluruh blok migas perseroan dianggarkan sebesar US$ 96 juta, sedangkan untuk modal kerja sebesar US$ 100 juta.
Penggunaan belanja modal, akan dimaksimalkan untuk seluruh blok yang dimiliki ENRG, diantaranya THP-Gebang, Malacca Straits PSC, THP Sungai Gelam, THP Semberah, THP Bentu, THP Korinci Baru dan Kangean PSC. Ini ditambah blok Masela yang 10% nya baru dari INPEX Masela Ltd.
Ia menambahkan, tahun 2010 perseroan juga mentargetkan perbaikan laba bersih yang optimal, berkisar US$ 10 - 15 juta. Sampai triwulan III-2009 masih negatif Rp 347 miliar. Sayang, dirinya tidak menyebut berapa proyeksi perolehan laba bersih ENRG sampai akhir Desember 2009.
"Untuk net profit after tax US$ 10 - 15 juta. Sampai akhir tahun yang jelas masih negatif. Angkanya belum bisa dipublikasikan, tapi pasti lebih baik dari triwulan terakhir," paparnya.
Ditambahkan Iman, proyeksi produksi atas minyak bumi dan gas alam pun sudah dicanangkan perseroan. Untuk full year di tahun ini, total gross production berada di level 9,57 milion barel of equivalen (mmboe) dan net produksi 6,351 mmboe. Tahun depan terjadi peningkatan gross production dan net production, masing-masing 10,103 mmboe dan 7,121 mmboe.
Pendapatan sampai akhir tahun diprediksi mengalami penurunan 28,64% dari US$ 192 juta pada akhir tahun 2008 menjadi US$ 137 juta di akhir Desember 2009. Pun demikian halnya dengan EBITDA yang anjlok 92,13%, dari US$ 89 juta sampai akhir tahun lalu, menjadi hanya US$ 7 juta.
Sementara itu, perseroan juga berencana melakukan penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue sebanyak 26.183.297.040 lembar di harga Rp 185 per saham pada Januari 2010. Target dana perolehan sebesar Rp 4,843 triliun atau setara dengan US$ 502 juta.
Sebesar US$ 250 juta dana hasil penerbitan saham, akan digunakan untuk pembayaran utang perseroan. Sisanya US$ 111 juta untuk penambahan kas perseroan serta keperluan belanja modal, modal kerja. Perseroan memperkirakan, setelah realisasi rights issue posisi utang perseroan bakal menurun menjadi US$ 357,3 juta.
(wep/dro)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Pendapatan ENRG Anjlok 23 Persen di Triwulan-III 2009
- Patok Rights Issue Rp 185, Saham Energi Mega Anjlok 10%
- Bhakti Energi Batal IPO
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




