Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 16:24 WIB
Asing Beli Saham Rp 992 Miliar, IHSG Rengkuh Level 2.756 -
Rabu, 17/03/2010 15:27 WIB
KPC-Ditjen Pajak 'Gencatan Senjata' -
Rabu, 17/03/2010 14:30 WIB
BEI Tak Puas Jawaban Bhakti Soal Akuisisi -
Rabu, 17/03/2010 12:59 WIB
Sari Roti Segera Jualan Saham di BEI -
Rabu, 17/03/2010 12:10 WIB
Asing Borong Saham Rp 600 Miliar, IHSG Melejit 61 Poin -
Rabu, 17/03/2010 10:44 WIB
Bakrie Sumatera Kuasai 73,85% Saham Agri International
Indeks Berita
Selasa, 15/12/2009 17:59 WIB
BUMI Kuasai 100% Saham Herald
Indro Bagus SU - detikFinance

(foto: dok BUMI)
Menurut sumber detikFinance , BUMI saat ini tengah mempersiapkan delisting saham perusahaan berkode HER tersebut. Proses delisting diperkirakan bakal memakan waktu sekitar 1 bulan atau sekitar Januari 2010. Namun saat dikonfirmasi, SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
BUMI melalui Calipso saat memiliki 205.912.956 saham atau setara dengan 98,39% saham Herald melalui penawaran tender terakhir yang ditutup pada 20 Oktober 2009 pada harga AUD 0,93 per saham.
Berdasarkan peraturan Australian Stock Exchange (ASX) yang tertera dalam Corporations Act 2001, suatu perusahaan yang menguasai sedikitnya 91% saham emiten di ASX, wajib membeli saham yang belum dimiliki jika di antara pemegang saham ada yang hendak menjualnya.
Oleh karena Calipso memiliki 98,39% saham Herald, maka Calipso wajib melakukan pembelian jika sisa pemegang saham Herald memutuskan melepaskan kepemilikan sahamnya kepada Calipso. BUMI pun sejak 12 November 2009 membuka penawaran terhadap sisa 1,61% saham Herald di harga AUD 0,93 per saham. Saham Herald pun dihentikan sementara (suspensi) hingga saat ini.
Sebelumnya Dileep memang pernah mengatakan kalau BUMI berencana melakukan delisting saham Herald begitu 100% sahamnya dikuasai oleh Callipso. Kini, setelah 100% saham dikuasai, BUMI memulai proses delisting Herald dari ASX.
Herald merupakan pemilik 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Proyek Dairi memiliki tambang dengan kandungan seng (zinc ) dan timbal (lead ) terbesar di dunia yang berlokasi di Sumatera Utara. Namun hingga saat ini, proyek Dairi belum dapat dioperasikan lantaran belum mendapat izin dari Departemen Kehutanan. Manajemen BUMI memprediksi izin operasi akan keluar sekitar triwulan I-2010.
BUMI pun telah menyiapkan dana sebesar US$ 211 juta untuk eksplorasi dan pengembangan yang diperkirakan membutuhkan waktu 20 bulan. BUMI memperkirakan proyek ini beroperasi di 2011.
Dengan investasi sebesar US$ 211 juta, BUMI memproyeksikan peningkatan EBITDA sebesar US$ 150 juta per tahun dari proyek Dairi. (dro/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Bakrie Brothers Bidik 20% Saham BUMI di 2010
- Dituding Nunggak Pajak, BUMI Minta Penjelasan ke Dirjen Pajak
- Bumi Citra Bidik Pendapatan Rp 96 Miliar di 2010
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




