Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 18:34 WIB
Nestle Tetap Beli Sebagian CPO dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 18:24 WIB
Krisis Eropa Jadi Peluang Masuknya Modal Asing ke RI -
Kamis, 18/03/2010 17:15 WIB
Petani Sawit Geram Pemutusan Kontrak CPO Terulang -
Kamis, 18/03/2010 17:01 WIB
Kenaikan Tarif Listrik Bisa Dorong Inflasi -
Kamis, 18/03/2010 16:34 WIB
Pemerintah Isyaratkan Perpanjang Jabatan Emirsyah Satar di Garuda -
Kamis, 18/03/2010 16:10 WIB
Kontrak Diputus Nestle, Sinar Mas Kehilangan Pasar 4.000 Ton CPO
Indeks Berita
Rabu, 16/12/2009 18:43 WIB
Aturan FTA Disiapkan, 8.000 Komoditas Bebas Bea Masuk
Ramdhania El Hida - detikFinance

Foto: dok.detikcom
Hal ini disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu di Departemen Keuangan Jalan Wahidin, Jakarta, sore ini (16/12/2009).
"Pokoknya 5 hari sebelum 1 Januari," tegas Anggito.
Anggito menyatakan PMK ini tetap akan diterbitkan sebagai perwujudan niat baik Departemen Keuangan dalam pelaksanaan program pemerintah. Pembahasan PMK ini dari sisi kepentingan nasional sudah selesai di Departemen Perdagangan dan Departemen Perindustrian.
"Kita kan keluarkan sebagai niat baik kita sesuai dengan komitmen untuk menunjukkan good will kita. Baik komitmen di tingkat leader maupun menteri bahwa kita akan laksanakan sesuai jadwal," ujar Anggito.
Anggito menjelaskan dengan adanya FTA ini, ada sekitar 8.000 komoditas yang akan dibebaskan bea masuk antar anggota ASEAN. Sedangkan untuk China, tambahnya, bea masuk hanya sekitar 3%.
"Ada yang dari 5% ke 0%, ada yang dari 2,5% ke 0%. Itu untuk ASEAN saja. Kalau untuk China hampir 3%," paparnya.
Mengenai sisi penerimaan, Anggito menegaskan tidak ada masalah. Pemerintah telah menghitung konsekuensi terhadap penerimaan negara. "Kalau itu tidak ada masalah. Kita sudah hitung dengan konsekuensi penerimaannya," tegas Anggito.
(nia/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (5 Komentar)
Baca juga :
- FTA ASEAN-China Berlaku, Penerimaan Bea Cukai Hilang Rp 15 Triliun
- Industri Baja 'Tumbal' Pertama FTA ASEAN-China
- Pemerintah Hanya Akan Tunda FTA ASEAN-China Untuk 303 Produk
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




