Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 08:37 WIB
OPEC Tahan Produksi, Harga Minyak Merayap -
Kamis, 18/03/2010 07:40 WIB
Maret Berpotensi Terjadi Deflasi -
Kamis, 18/03/2010 07:06 WIB
Badan Pengawas Ekspor Impor Migas Pertamina Harus Dibentuk -
Rabu, 17/03/2010 20:44 WIB
Sampai Maret 2010, Angka PHK Capai 68.332 Orang -
Rabu, 17/03/2010 20:23 WIB
Pemerintah Antisipasi Anjloknya Harga Beras -
Rabu, 17/03/2010 19:47 WIB
70% Jatah Raskin Sudah Tersalurkan
Indeks Berita
Selasa, 22/12/2009 23:50 WIB
Dahlan Iskan Datangi Kementerian BUMN Naik Jaguar
Angga Aliya ZRF - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Malam hari tadi, Dahlan mendatangi kantor Kementerian BUMN bersama jajaran Direksi PLN untuk mengumumkan penunjukan dirinya sebagai Direktur Utama PLN yang baru.
Dahlan menyambangi kantor Kementerian BUMN dengan menggunakan mobil pribadinya bermerek Jaguar. Mobil mewah Dahlan berwarna hitam diparkir tepat di kantor Menneg BUMN.
Meskipun begitu, Dahlan merupakan orang yang low profile dengan berbusana biasa. Baju dengan celana bahan coklat dengan sepatu kets berwarna putih yang menjadi ciri khasnya.
Saat keluar dari kantor tersebut, Dahlan berjalan bersama para calon direksi PLN yang lain, dia tidak mau banyak berkomentar seputar pemilihan dirinya sebagai Direktur Utama PLN.
"Kita makan ya, ada nasi padang enak," ujar Dahlan mengajak para calon direksi PLN tersebut seraya memasuki mobil bermerk Jaguar miliknya di depan Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (22/12/2009).
Sebelumnya, Dahlan mengaku rugi menjadi Direktur Utama PLN. Namun Dahlan menyatakan siap untuk memimpin PLN.
"Sebenarnya kalau jadi Dirut, rugi bagi saya, karena meninggalkan 100 perusahaan lebih," imbuhnya.
"Kalau ditanya siap atau tidak saya siap, tapi saya tidak tahu. Namun saya lebih suka tidak dipilih atau tidak jadi Dirut, karena saya akan kehilangan perusahaan-perusahaan saya, ada 100 lebih tuh," tuturnya.
(dnl/asy)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (40 Komentar)
Baca juga :
- Pemerintah Tambah 2 Direktur PLN
- Fahmi Mochtar Terima Surat Pemberhentian Sebagai Dirut PLN
- Dahlan Iskan: Kementerian BUMN Minta Saya Tidak Tinggalkan Jakarta
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




