Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 19/03/2010 09:49 WIB
Aksi Jual Berlanjut, IHSG - Rupiah Memerah Lagi -
Jumat, 19/03/2010 09:37 WIB
Market Flash eTrading -
Jumat, 19/03/2010 09:20 WIB
Bakrieland Tetapkan Kupon Obligasi Konversi 8,625% -
Jumat, 19/03/2010 07:35 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Konsolidasi Dulu -
Jumat, 19/03/2010 07:07 WIB
Boeing Dongkrak Indeks Dow Jones -
Kamis, 18/03/2010 18:54 WIB
Akuisisi Tambang, ITMG Siap Tambah Produksi 5 Juta Ton
Indeks Berita
Jumat, 25/12/2009 08:36 WIB
Wall Street Semarak Sambut Natal
Nurul Qomariyah - detikFinance

Foto: Reuters
Kenaikan harga saham-saham di Wall Street terjadi setelah data menunjukkan klaim pengangguran awal turun tajam, sementara pertumbuhan permintaan barang-barang tahan lama terus meningkat. Hal itu semakin menumbuhkan optimisme pemulihan ekonomi berada dalam jalurnya.
Pada perdagangan Kamis (24/12/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat 53,66 poin (0,51%) ke level 10.520,10. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 5,89 poin (0,53%) ke level 1.126,48, Nasdaq menguat 16,05 poin (0,71%) ke level 2.285,69.
Sepanjang pekan ini, indeks Dow Jones naik 1,9%, S&P 500 menguat 2,2% dan Nasdaq menguat 3,4%. Nasdaq mencapai titik tertingginya sejak Oktober 2008.
Namun perdagangan pada hari menjelang Natal sangat tipis, hanya 319,1 miliar lembar saham, dibawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi juga hanya 613,8 miliar, jauh di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar.
Penguatan saham-saham terjadi setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis data klaim pengangguran pada pekan yang berakhir pada 19 Desember turun hingga menjadi 452.000 dari pekan sebelumnya sebanyak 480.000.
Departemen Perdagangan AS juga melaporkan permintaan barang-barang tahan lama naik 0,2% pada November, berkat lonjakan permintaan komputer dan barang-barang elektronik.
Aksi window dressing juga berlanjut, dimana investor terus memburu saham-saham yang bagus untuk mempercantik portofolionya.
"Klaim awal pengangguran dan permintaan barang-barang tahan lama telah membawa insentif yang menjaga Santa tetap berada di Wall Street. Kedua laporan itu memberikan berita yang menggembirakan," ujar Patrick O'Hare, analis dari Briefing.com seperti dikutip dari AFP, Jumat (25/12/2009).
(qom/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




