Forum Finance
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Trade off kebijakan kri... growth23
- Inflasi 2010 : diatas tar... growth23
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 10/03/2010 16:40 WIB
3 Calon Pengganti Fadjrijah Jalani Fit and Proper Test Awal April -
Rabu, 10/03/2010 15:01 WIB
LPS Tahan Lagi Suku Bunga Penjaminan -
Rabu, 10/03/2010 14:58 WIB
PN Jakpus Tunjuk Majelis Hakim Sidang In Absentia Hesham dan Rafat -
Rabu, 10/03/2010 11:03 WIB
OCBC NISP Bidik Laba Bersih Rp 566,6 Miliar di 2010 -
Rabu, 10/03/2010 07:47 WIB
Sri Mulyani: Atas Nama Reformasi DPR Menyalahkan Saya -
Rabu, 10/03/2010 07:01 WIB
Dalam Sebulan Utang RI Tambah Rp 27,58 Triliun
Indeks Berita
Rabu, 20/01/2010 17:24 WIB
BI: 6 Bank Alami Pembobolan ATM
Herdaru Purnomo - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Budi Rochadi dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (20/1/2010).
"Salah satu dari bank yang dibobol tersebut, 236 rekeningnya sudah dibobol dengan kerugian Rp 4,1 miliar," ujarnya.
Budi mengakui, dalam beberapa hari ini BI seringkali menerima laporan kerugian dari nasabah, kerugian tersebut berasal dari pengurangan saldo lewat ATM.
"Ada 2 kejadian, pertama ada laporan ke Polisi bahwa nasabah merasa dirugikan, mereka melaporkan ada pengurangan saldonya. Lalu ada laporan juga ke bank dimana nasabah bertanya ke bank kenapa saldonya berkurang," jelasnya.
Untuk menghindari kejadian ini berulang, BI meminta bank untuk lenbih mengetatkan pengamanan kartu ATM serta mesin ATM-nya sehingga data-data dari ATM tidak mudah dibobol.
"Perlu dilakukan pengamanan sehingga menyulitkan orang mencuri data, dan melakukan pengintipan," tandasnya.
(dnl/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga :
- Inflasi Naik, BI Rate Bisa Capai 8% di 2010
- BI Ikut Investigasi Raibnya Uang Nasabah BCA di Bali
- LPS: Bank Century Hanya Laku Rp 565 Miliar Jika Dijual Sekarang
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




