Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 06/03/2010 15:24 WIB
Bakso Cak Eko Ingin Go International -
Selasa, 16/02/2010 07:09 WIB
Meracik Bisnis Minuman Kesehatan Teh Rosella -
Senin, 08/02/2010 11:42 WIB
Keris dan Batik Seharga Belasan Juta Dipamerkan di Plasa Industri -
Kamis, 04/02/2010 16:17 WIB
Yuk! Belanja Batik Murah di Mal Batik -
Senin, 01/02/2010 07:28 WIB
Manisnya Bisnis Keripik Buah
Indeks Berita
Selasa, 26/01/2010 07:44 WIB
Menggeber Bisnis Motor Trail Seken
Suhendra - detikFinance

Foto: Suhendra/detikFinance
Peminat motor trail dari tahun ke tahun di Tanah Air terus meningkat, trail bukan hanya digunakan oleh para pehobi namun sudah menjadi kebutuhan kendaaran di wilayah-wilayah usaha perkebunan terutama di luar Jawa.
Roby salah satu pemilik gerai motor trail seken kawasan Jl Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat memulai usaha jual beli motor trail seken sejak tahun 2004. Berawal hanya dari 1 unit motor trail seken, kini usahanya berkembang bahkan pelangganya sudah tersebar di pelosok seluruh Indonesia.
Kejelian menangkap peluang bisnis ini membuat Roby bisa dibilang cukup sukses menjalankan jual beli motor trail seken. Bahkan saat ini ia juga sudah merambah bisnis penjualan trail gres alias baru. Walhasil omset hingga ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun bisa ia kantongi melalui jual beli motor dan sparepart-nya.
"Prospeknya makin cakep, dengan adanya produk baru Kawasaki makin bagus pasar motor trail," kata Roby saat ditemui di bengkelnya Senin, di bilangan Kebon Jeruk, Senin (25/1/2010).
Ia menjelaskan kencangnya bisnis motor trail seken beberapa tahun terakhir karena harga motor trail baru umumnya diatas dari harga motor standar membuat para pengguna atau kalangan hobby memilih motor bekas karena lebih terjangkau.
Meskipun saat ini permintaan terhadap motor trail baru sama tingginya. Terlebih lagi sektor perkebunan yang sempat booming dua tahun lalu membuat kebutuhan motor trail cukup tinggi, tak kecuali untuk tahun ini.
"Memang awal 2010 belum kelihatan permintaan yang tinggi masih normal, mungkin tunggu model baru," katanya.
Mengenai pasar motor trail saat ini permintaannya relatif stabil, pada tahun 2009 lalu saja ia mampu menyabet penjualan hingga 40 unit lebih motor seken dengan perbulannya ia mampu melepas 6-10 unit sedangkan motor-motor trail baru pun masih cukup tinggi
Ia mengaku pangsa pasar motor trail cukup kenceng di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Bahkan pelanggan-pelanggannya dari Timika, Sorong Papua rutin membeli darinya.
Roby mencontohkan beberapa produk trail seken yang ia jual antaralain Kawasaki KLX 150 dibandrol kisaran Rp 18,5 juta, KLX 250 Rp 42,5-45 juta. Sedangkan untuk Yamaha DT 200 Rp 18,5 juta,Yamaha WR 200 Rp 18 juta-an.
Untuk merek Suzuki jenis TS 125 cukup banyak dicari-cari orang harganya pun cukup miring yaitu Rp 12,5 juta, untuk Suzuki RM 125 SE Rp 18,5 juta, RMZ 250 SE Rp 57,5 juta padahal harga barunya mencapai Rp 98 juta.
Selain menjual motor-motor asal negeri Matahari Terbit Jepang, ia juga menjual trail-trail gres ukuran cilik yaitu mini moto yang umumnya diimpor dari Taiwan seperti Nakata 110 Rp 5,5 juta, Monstrac 125 asal Korea Rp 11 juta dan lain-lain.
"Yang menarik dari bisnis motor trail seken harganya relatif gelap," katanya.
Ia mengatakan dengan kondisi harga pasaran yang relatif tidak memiliki patokan atau "gelap" biasanya ia akan mendapat margin relatif menggiurkan. Keuntungan Rp 1-3 juta per unit motor bisa ia raup dalam setiap transaksi.
"Kalau bicara margin paling tidak dapat lah 20%, apalagi kalau kita jual bukan dari komunitas," katanya.
Menurut Roby selama ini ia banyak mendapat motor-motor trail seken berasal dari daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan luar Jawa, termasuk ia peroleh dari beberapa kalangan komunitas pecinta trail. Saat ini bisnis motor trail sekennya ditopang juga oleh penjualan sparepart kendaraan trail yang bisa dibilang cukup langka.
"Kadang-kadang kita nggak tahu mukanya si penjual atau pembeli, biasanya via telepon saja. Paling-paling yang mau jual MMS gambar, modalnya kepercayaan," katanya.
Roby optimistis kedepannya bisnis motor trail seken masih terus moncer. Ia mencontohkan di Jakarta saja pemain bisnis trail seken sangat jarang sekali, apalagi di daerah-daerah termasuk luar Jawa.
"Saya butuh 2 tahun untuk menyelami bisnis ini, sampai punya jaringan yang cukup banyak," terangnya.
Roby Steam
Jl. Arteri Kelapa Dua Raya No 25, depan Sasak II, JL Panjang Jakarta Barat
Email : robysteam_dirteam@yahoo.com
(hen/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Menangguk Miliaran Rupiah dari Sarang Burung Walet
- Mengukir Untung dari Ukiran Aksara Kayu
- Mencicipi Bisnis Kemitraan Minuman Segala Umur
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




