Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 18:34 WIB
Nestle Tetap Beli Sebagian CPO dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 18:24 WIB
Krisis Eropa Jadi Peluang Masuknya Modal Asing ke RI -
Kamis, 18/03/2010 17:15 WIB
Petani Sawit Geram Pemutusan Kontrak CPO Terulang -
Kamis, 18/03/2010 17:01 WIB
Kenaikan Tarif Listrik Bisa Dorong Inflasi -
Kamis, 18/03/2010 16:34 WIB
Pemerintah Isyaratkan Perpanjang Jabatan Emirsyah Satar di Garuda -
Kamis, 18/03/2010 16:10 WIB
Kontrak Diputus Nestle, Sinar Mas Kehilangan Pasar 4.000 Ton CPO
Indeks Berita
Senin, 08/02/2010 18:24 WIB
RI Masih 'Diatur' Kreditur
Ramdhania El Hida - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Menteri PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan dalam konferensi pers di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta, Senin (8/2/2010).
Syahrial menjelaskan, selama ini pinjaman lunak (berbunga rendah) yang diterima Indonesia biasanya bersifat tied loan. "Selama ini kan ada yang overlap, hibah atau pinjaman ke satu proyek yang sama," ujarnya.
Dengan tied loan, biasanya pemberi pinjaman (kreditur) memberikan aturan dan syarat teknis dalam pelaksanaan proyek yang akan dikerjakan. Semua teknis pengerjaan proyek diatur kreditur termasuk material, desain, dan tenaga kerja.
Namun, untuk dua tahun ke depan, pemerintah menargetkan untuk bisa terbebas dari tight loan sehingga tidak ada lagi aturan yang mengikat, baik dalam pinjaman maupun hibah.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana menyatakan, dengan adanya Komitmen Jakarta yang ditandatangani oleh Indonesia dengan negara atau lembaga donor, maka negara atau lembaga donor tersebut wajib untuk mengikuti tata cara yang telah ditetapkan apabila ingin melimpahkan hibah ataupun pinjaman.
"Sebetulnya tahun 2012 kita ada di depan, dia (negara kreditur) nggak bisa atur-atur kita. Itu sudah ada di RPJMN (Rencana Menengah Jangka Panjang), mereka harus ikut kita," jelasnya.
Pada tahun 2009, terdapat 26 negara mitra pembangunan Indonesia telah berkomitmen dengan pemerintah Indonesia tata cara pemberian hibah dan pinjaman, komitmen ini tertuang dalam Komitmen Jakarta.
"Ada 26 negara itu sudah mencapai sekitar 98% dari total (negara) partner," tambahnya. (nia/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Nilai Utang Pemerintah Capai Rp 1.589,78 Triliun
- Piutang Pertamina ke 'Saudara' Capai Rp 25,07 Triliun
- Pemerintah Selesaikan Backlog Dana Talangan Rp 2,56 Triliun
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




