Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 17/03/2010 20:23 WIB
Pemerintah Antisipasi Anjloknya Harga Beras -
Rabu, 17/03/2010 19:47 WIB
70% Jatah Raskin Sudah Tersalurkan -
Rabu, 17/03/2010 19:30 WIB
DPR Desak BPKP Selidiki Impor Minyak Pertamina -
Rabu, 17/03/2010 18:57 WIB
Pasca AC-FTA, Belum Ada Banjir Produk China -
Rabu, 17/03/2010 18:29 WIB
Dirjen Pajak: Tak Ada Perlakuan Khusus Buat Pejabat -
Rabu, 17/03/2010 17:56 WIB
Istana Siapkan Bakso Untuk Obama, Pedagang Bakso Resah
Indeks Berita
Selasa, 09/02/2010 14:11 WIB
Ekspor Non Migas RI Ditargetkan Naik 8,5% di 2010
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar optimis target tersebut akan tercapai mengingat mulai membaiknya ekonomi dunia yang mendorong peningkatan permintaan serta memicu sentimen positif yang mampu mendorong penguatan beberapa harga komiditi.
"Faktor penentu tersebut sudah nampak sejak bulan Maret tahun lalu yang dibuktikan dengan membaiknya kinerja ekspor," kata Mahendra dalam konferensi pers Kinerja Ekspor dan Impor Januari-Desember 2009 di auditorium Kementerian Perdagangan, Jalan M.I Ridwan Rais No.5, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Selain faktor eksternal tersebut, perkembangan nilai tukar, perbaikan sisi penawaran termasuk investasi dan kebijakan di sektor riil mempengaruhi pencapaian sasaran tersebut.
Mahendra memaparkan pada tahun 2009, nilai ekspor non migas Indonesia mencapai US$ 97,5 miliar atau lebih rendah 9,7 persen lebih rendah dari ekspor non migas tahun 2008. Pencapaian ini lebih baik daripada proyeksi semula. Hal tersebut disebabkan pada triwulan keempat tahun 2009, ekspor non migas naik 1,3 persen atau mencapai US$ 331 juta dibanding 2008.
"Secara year on year setiap bulan menunjukan negatif sebelum Oktober. Namun mulai Oktober secara konsisten nilai ekspor non migas tumbuh secara konsisten," kata dia.
Mahendra memaparkan, perbaikan tren ekspor non migas ke arah positif disebabkan beberapa faktor. Pertama, kebijakan moneter dan stimulus fiskal yang dilakukan negara maju dan berkembang sehingga dapat mendorong pemulihan dan perekonomian dunia lebih awal dari perkiraan.
Kedua, program diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke China dan India yang telah membantu mempercepat pemulihan ekspor.
"Kenyataan pemulihan ekonomi China dan India sangat kuat sehingga meningkatkan permintaan terhadap ekspor Indonesia sehingga sudah seharusnya akses pasar ekspor Indonesia ke negara tersebut dijaga melalui strategi Free Trade Agreement," ungkap dia.
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Naik 151%
Mahendra menambahkan, meskipun nilai total ekspor tahun 2009 mengalami penurunan, namun surplus neraca perdagangan Indonesia mengalami peningkatan.
Nilai ekspor pada tahun 2009 tercatat sebesar US$ 116,49 milar atau turun 15 persen dibandingkan tahun 2008, sedangkan nilai total impor pada tahun 2009 sebesar US$ 96,8 miliar atau turun 25 persen dari tahun sebelumnya.
Sebagian penurunan tersebut disebabkan karena adanya penurnan bahan baku dan bahan penolong untuk produk ekspor sehingga terjadi surplus sebesar US$ 19,63 miliar.
"Surplus itu meningkat 151 persen dibandingkan tahun sebelumnya," tandasnya.
(epi/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Pasar Ekspor RI Bergeser ke China, India, dan Korsel
- Surplus Neraca Perdagangan RI Bakal Tergerus di 2010
- Sri Mulyani: Ekspor RI Tak Seburuk Bayangan
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




