Berita Lain

Indeks Berita



Selasa, 09/02/2010 14:11 WIB
Ekspor Non Migas RI Ditargetkan Naik 8,5% di 2010
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance


Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintah memproyeksikan ekspor non migas tahun 2010 akan meningkat antara 7-8,5 persen dari nilai ekspor nonmigas tahun lalu yang mencapai US$ 97,5 miliar.

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar optimis target tersebut akan tercapai mengingat mulai membaiknya ekonomi dunia yang mendorong peningkatan permintaan serta memicu sentimen positif yang mampu mendorong penguatan beberapa harga komiditi.

"Faktor penentu tersebut sudah nampak sejak bulan Maret tahun lalu yang dibuktikan dengan membaiknya kinerja ekspor," kata Mahendra dalam konferensi pers Kinerja Ekspor dan Impor Januari-Desember 2009 di auditorium Kementerian Perdagangan, Jalan  M.I Ridwan Rais No.5, Jakarta, Selasa (9/2/2010).

Selain faktor eksternal tersebut, perkembangan nilai tukar, perbaikan sisi penawaran termasuk investasi dan kebijakan di sektor riil mempengaruhi pencapaian sasaran tersebut.

Mahendra memaparkan pada tahun 2009, nilai ekspor non migas Indonesia mencapai US$ 97,5 miliar atau lebih rendah 9,7 persen lebih rendah dari ekspor non migas tahun 2008. Pencapaian ini lebih baik daripada proyeksi semula. Hal tersebut disebabkan pada triwulan keempat tahun 2009,  ekspor non migas naik 1,3 persen atau mencapai US$ 331 juta dibanding 2008.

"Secara year on year setiap bulan menunjukan negatif sebelum Oktober. Namun mulai Oktober secara konsisten nilai ekspor non migas tumbuh secara konsisten," kata dia.

Mahendra memaparkan, perbaikan tren ekspor non migas ke arah positif disebabkan beberapa faktor. Pertama, kebijakan moneter dan stimulus fiskal yang dilakukan negara maju dan berkembang sehingga dapat mendorong pemulihan dan perekonomian dunia lebih awal dari perkiraan.

Kedua, program diversifikasi pasar ekspor Indonesia ke China dan India yang telah membantu mempercepat pemulihan ekspor.

"Kenyataan pemulihan ekonomi China dan India sangat kuat sehingga meningkatkan permintaan terhadap ekspor Indonesia sehingga sudah seharusnya akses pasar ekspor Indonesia ke negara tersebut dijaga melalui strategi Free Trade Agreement," ungkap dia.

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Naik 151%

Mahendra menambahkan, meskipun nilai total ekspor tahun 2009 mengalami penurunan, namun surplus neraca perdagangan Indonesia mengalami peningkatan.

Nilai ekspor pada tahun 2009 tercatat sebesar US$ 116,49 milar atau turun 15 persen dibandingkan tahun 2008, sedangkan nilai total impor pada tahun 2009 sebesar US$ 96,8 miliar atau turun 25 persen dari tahun sebelumnya.

Sebagian penurunan tersebut disebabkan karena adanya penurnan bahan baku dan bahan penolong untuk produk ekspor sehingga terjadi surplus sebesar US$ 19,63 miliar.

"Surplus itu meningkat 151 persen dibandingkan tahun sebelumnya," tandasnya.

(epi/dnl)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).