Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 13:13 WIB
PGN Tagih Gas ke ConocoPhilips -
Kamis, 18/03/2010 13:09 WIB
Pemerintah Bentuk Tim Percepatan Blok Natuna -
Kamis, 18/03/2010 13:02 WIB
Produsen Billabong Gugat Pengusaha Lokal Soal Peniruan Merek -
Kamis, 18/03/2010 12:08 WIB
Pengrajin Lampion Pun Kepincut Obama -
Kamis, 18/03/2010 12:05 WIB
Holding BUMN Perkebunan Rampung di 2010 -
Kamis, 18/03/2010 11:51 WIB
Sri Mulyani: Reformasi Terkadang Menyakitkan
Indeks Berita
Selasa, 09/02/2010 14:32 WIB
Impor China ke Indonesia Meningkat Tajam dalam 5 Tahun
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Mahendra Siregar (Foto: Wherry/detikfinance)
Jika pada tahun 2004 Impor China ke Indonesia hanya sebesar hanya sebesar 7,9 % dari total impor yang dilakukan Indonesia, namun pada tahun 2009 sudah melonjak ke level 19,77 %.
"Peningkatan impor tersebut berbanding lurus dengan investasi China di Indonesia yang tumbuh 69 persen per tahun," ujar Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers Kinerja Ekspor dan Impor Januari-Desember 2009 di auditorium Kementerian Perdagangan, Jalan M.I Ridwan Rais No.5, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Mahendra menyatakan, impor dari China ke Indonesia selama periode 2004 hingga 2008 memang mengalami peningkatan sebesar 35,1 persen pertahun. Peningkatan impor tersebut sebagian besar berupa barang modal yang mencapai 59,3 persen dan bahan baku penolong sebesar 29,5 persen.
"Peningkatan impor barang modal dan bahan baku penolong ini disebabkan karena naiknya investasi China di sini," kata dia.
Ia mencontohkan, proyek 10.000 Megawatt tahap I yang sebagian besar pendanaannya berasal dari China telah memberikan implikasi pada peningkatan impor barang modal dari China.
Mahendra memaparkan, perdagangan Indonesia dan China hingga saat ini memang masih mengalami defisit sejak tahun 2008. Namun ia mengaku, besaran defisit perdagangan dengan China di tahun 2009 sudah jauh lebih kecil dibanding tahun sebelumnya.
Penurunan nilai defisit tersebut disebabkan ekspor nonmigas Indonesia
ke China sepanjang tahun 2009 tumbuh hampir 15 persen. Sedangkan impor nonmigas Indonesia ke China turun hampir 10 persen.
"Defisit berkurang karena ekspor kita ke China naik. Jadi penting bagi kita untuk menjaga ini dengan China," tegasnya.
(epi/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Produk Mamin Impor akan Dihadang Ketentuan Produk Halal
- Kementerian BUMN Usul 535 Pos Tarif AC-FTA Direnegosiasi
- Produk Rentan AC-FTA Jadi Prioritas Spesifikasi Teknis Barang Impor
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




