Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 18:34 WIB
Nestle Tetap Beli Sebagian CPO dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 18:24 WIB
Krisis Eropa Jadi Peluang Masuknya Modal Asing ke RI -
Kamis, 18/03/2010 17:15 WIB
Petani Sawit Geram Pemutusan Kontrak CPO Terulang -
Kamis, 18/03/2010 17:01 WIB
Kenaikan Tarif Listrik Bisa Dorong Inflasi -
Kamis, 18/03/2010 16:34 WIB
Pemerintah Isyaratkan Perpanjang Jabatan Emirsyah Satar di Garuda -
Kamis, 18/03/2010 16:10 WIB
Kontrak Diputus Nestle, Sinar Mas Kehilangan Pasar 4.000 Ton CPO
Indeks Berita
Selasa, 09/02/2010 15:43 WIB
Tak Punya Perjanjian Perdagangan dengan Pakistan, RI Rugi US$ 700 Juta
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
"Bukan saja sudah mendesak, namun kita alami kerugian real. Nilai kehilangan kesempatan untuk ekspor ke Pakistas US$ 700 juta per tahun karena kita belum punya PTA sementara negara lain sudah," kata Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar usai konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).
Menurut dia, kerugian tersebut disebabkan karena Pakistan akan lebih memilih mengimpor produk sejenis dari negara yang memiliki perjanjian dengannya.
"Kita jadi kehilangan akses pasar di Pakistan karena tergantikan oleh produk negara lain yang sudah punya perjanjian dengan Pakistan," ungkapnya.
Mahendra menambahkan, saat ini kerjasama perdagangan produk tertentu dengan Pakistan masih dalam pembicaraan. Ia juga tidak dapat memastikan kapan hal tersebut selesai dibahas.
"Sekarang masih dalam pembicaraan," tandasnya.
Sebelumnya, dalam perundingan terakhir yang dilakukan di Bali pada 29-30 Desember 2009, pihak Pakistan masih berkeras meminta penurunan tarif untuk Jeruk Kino Pakistan menjadi nol persen dari saat ini yang lima persen sepanjang tahun.
Selain itu, Pakistan juga meminta tambahan penurunan tarif untuk 43 pos tarif selain Jeruk Kino yang antara lain produk yang termasuk dalam golongan tekstil dan produk tekstil serta produk kulit.
Jika permintaan mereka dipenuhi, maka Pakistan akan memberikan tarif yang sama untuk minyak sawit Indonesia seperti yang dikenakan pada produk Malaysia.
Sementara itu, Indonesia meminta 35 pos tarif tambahan yang diturunkan bea masuknya sebagai kompensasi atas permintaan Pakistan tersebut.
(epi/dnl)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Ekspor Non Migas RI Ditargetkan Naik 8,5% di 2010
- Pasar Ekspor RI Bergeser ke China, India, dan Korsel
- Kontribusi Ekonomi Kreatif ke PDB Ditargetkan 9%
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




