Forum Finance
- Mendukung Menara BUMN seb... antoderman
- Mungkin G TAHUN 2014 ORG ... ipgiwantrisna
- Proses Penciptaan Uang Ol... jackganteng
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 18/03/2010 14:50 WIB
Aviva Akuisisi 60% Saham Asuransi Winterthur Life -
Kamis, 18/03/2010 13:07 WIB
Takaful Cari Partner Bank dari Indonesia -
Kamis, 18/03/2010 11:07 WIB
Sidang 2 Pemilik Asing Bank Century Ditunda Sebulan -
Kamis, 18/03/2010 10:02 WIB
100% Nasabah Bakrie Life Sepakati Skema Pengembalian Dana -
Rabu, 17/03/2010 15:49 WIB
Layanan BCA Berangsur Normal -
Rabu, 17/03/2010 12:18 WIB
BCA Kembali Mengalami Gangguan
Indeks Berita
Rabu, 10/02/2010 17:08 WIB
4 BUMN Kompak Simpan Dana di Century Karena Awalnya Sehat
Herdaru Purnomo - detikFinance

Foto: dok.detikFinance
Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, Jamsostek menyimpan dana di Century sebagai kelanjutan dari dana mereka yang sebelumnya disimpan di Bank CIC.
"Waktu itu kami investasi tahun 2004 sebesar Rp 293,2 miliar. Dari kajian kami di direktorat investasi, itu menunjukkan tahun 2007 Bank Century adalah bank yang sehat. Nah itu alasan kami," ujarnya dalam rapat dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2/2010).
Hotbonar mengatakan, total dana yang disimpan Jamsostek di Century pada awal November 2008 adalah Rp 255 miliar, kemudian karena mendengar Century mengalami masalah pada akhir November 2008, maka Jamsostek perlahan-lahan menarik dana-dana depositonya yang jatuh tempo.
"Kami hanya ambil yang sudah jatuh tempo. Jadi tidak diperpanjang. Di akhir 2008, dana dari Rp 255 miliar tersisa Rp 112,1 miliar. Jadi sampai awal Januari 2009. Lalu jatuh tempo lagi pada awal Oktober 2009 dan sisanya sampai sekarang Rp 8,7 miliar," katanya.
Cerita yang mirip juga dituturkan Direktur Utama Telkom Renaldi Firmasyah. Dia mengatakan, menurut evaluasi yang dilakukan Century merupakan bank yang sehat karena rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 16% di Desember 2007.
"Hampir mirip dengan Jamsostek, kita menarik dana yang jatuh tempo menjadi tidak perpanjang. Memang tidak ditarik, hanya menunggu jatuh tempo. Besarannya pada Rp 165 miliar sampai Oktober 2009, dan semuanya ditarik jadi sudah bersih semua," ujarnya di dalam rapat tersebut.
Sementara Dirut Asabri Adam R. Damiri mengatakan, Asabri juga lagi-lagi menilai Bank Century merupakan bank sehat, karena itu Asabri menempatkan dananya mulai September 2007 sampai November 2008 berturut-turut sampai Rp 18,5 miliar.
Adam mengatakan dirinya adalah Dirut baru yang tidak mengetahui penempatan dana tersebut, namun dia bisa memaparkan alasan manajemen terdahulu.
"Sebelum pimpinan menempatkan dana di Bank Century, Asabri menanyakan ke pimpinan bank ini, ini adalah uang prajurit jadi bukan uang perusahaan. Seandainya menempatkan di sini, jika dibutuhkan suatu saat bisa ditarik, kapan pun tanpa kena penalti," jelasnya.
"Melihat ada gelagat tidak baik pada November 2008 maka kita minta ambil dana kita berdasarkan realisasi dari surat pernyataan tersebut. Dari awal Desember 2008 dana ditarik Rp 2 milar berurutan sampai 19 Desember 2008 sebesar Rp 18,5 miliar. Semua sudah balik," imbuhnya.
Demikian juga dengan Wijaya Karya, Dirut perseroan Bintang Perbowo mengatakan per September 2008 laporan keuangan Bank Century dinyatakan sehat dengan CAR 15,7%.
"Karena bunganya juga menarik, kita menyimpan dalam bentuk deposito. Menempatkannya itu dua kali pada tanggal 3 dan 28 September 2008, jadi ada Rp 20 miliar. Akhir September 2008 kami tidak memperpanjang, tapi ditarik. Jadi sejak akhir 2008 tidak ada lagi dana di Bank Century," tuturnya. (dnl/qom)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- Pansus Century Panggil 5 Dirut BUMN
- Versi BPK
Dana Rp 25,52 Triliun Keluar Dari Century Selama 10 Bulan - Cerita-cerita Lucu di Balik Audit Century
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).




